Usai Bertemu Pengusaha China, Gubernur Katakan Maret 2020 Ini Pembangunan Kawasan Industri Sadai Segera Terealisasi

Ahada
Usai Bertemu Pengusaha China, Gubernur Katakan Maret 2020 Ini Pembangunan Kawasan Industri Sadai Segera Terealisasi
Penandatanganan MoA dilakukan antara PT Ration Bangka Abadi (RBA) dan PT Bumi Bangka Belitung Sejahtera (BBBS) BUMD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan XINYI ENERGY GLASS sebagai investor yang dilaksanakan di Nanjing China, Sabtu (18/01/2020). (Foto:ist)

CHINA, BABELREVIEW.CO.ID -- Hingga saat ini banyak produk sumber daya alam (SDA) berasal dari Bangka Belitung yang belum jadi atau setengah jadi sudah diekspor, seperti timah, pasir dan pasir silika.

Kondisi inilah yang membuat Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman terus berusaha membangun beberapa kerja sama bersama dengan berbagai pihak, baik nasional maupun internasional.

Usaha tersebut kini mulai mendapat respon, salah satunya perusahaan dari China.

“Kami sangat berterima kasih kepada Pemprov Babel khususnya Bapak Gubernur atas inisiasi dan fasilitasi berbagai kemudahan terutama terkait perizinan, baik perizinan investasinya hingga tindak lanjutnya," ujar Direktur PT Ration Bangka Abadi Vindyarto Purba.

Upaya dan usaha menambah nilai SDA Babel menjadi prioritas Gubernur Babel Erzaldi Rosman.

Dalam kurun waktu dua tahun ini Gubernur Erzaldi  terus mengupayakan hilirisasi industri dari hasil tambang di Babel agar menjadi nilai tambah bagi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Hal ini terbukti dalam kunjungannya ke China dari tanggal 18 - 21 Januari 2020, tidak hanya MoA (Kontrak Kerja) yang berhasil disepakati, tetapi juga kontrak kerja yang dalam waktu dekat akan dilaksanakan di Kawasan Industri Sadai, Bangka Selatan.

Penandatanganan MoA dilakukan antara PT Ration Bangka Abadi (RBA) dan PT Bumi Bangka Belitung Sejahtera (BBBS) BUMD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan XINYI ENERGY GLASS sebagai investor yang dilaksanakan di Nanjing China, Sabtu (18/01/2020).

XINYI ENERGY GLASS merupakan perusahaan besar di China yang memenuhi pasar berbagai jenis produk kaca di dunia hingga 40%.

Menurut Vindyarto Purba, Direktur PT Ration Bangka Abadi, bentuk kerja sama ini adalah pembangunan pabrik pengolahan dan pemurnian pasir silika di Kawasan Industri Sadai, Bangka Selatan.

Setelah kontrak kerja ini, Maret 2020 mendatang, pabrik segera dibangun. Beberapa administrasi perizinan masih harus diselesaikan, khususnya terkait ketenagakerjaan.

“Targetnya, dua tahun mendatang akan dilanjutkan dengan pembangunan pabrik glass atau kaca di kawasan yang sama," ungkap Gubernur Erzaldi Rosman saat diwawancarai usai penandatangan MoA ini.

Menurut Erzaldi, pembangunan pabrik kaca menunggu ketersediaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya di Babel, tetapi pihak investor memperhitungkan bagaimana investasi ini dapat lebih dipercepat menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Gas.

Hal ini menurutnya akan disinkronkan dengan investasi lain yang akan dilakukan PT Pertamina melalui anak perusahaannya bersama perusahaan dari Amerika untuk membangun pabrik katalis.

Selain itu, penandatanganan kontrak kerja juga dilakukan di Chengdu, China, pada Senin (20/01) dari MoA yang telah ditandatangani sejak tujuh bulan yang lalu antara Pemerintah Provinsi Bangka Belitung dengan Perusahaan Sinomach, BUMN China.

Perusahaan ini bergerak di bidang mesin-mesin berat. Pihak Sinomach akan berinvestasi untuk hilirisasi timah di Bangka Belitung.

Produknya adalah Solder Powder yang merupakan bahan baku solder cair atau biasa disebut juga solder pasta.

Saat ini, penggunaan produk tersebut telah mencapai persentase hingga 60% dari penggunaan produk berbahan dasar timah batangan. (BBR)