Terus Berkembang, Festival Tanjungkelayang Makin Menjanjikan  

Admin
   Terus Berkembang, Festival Tanjungkelayang Makin Menjanjikan    
foto:ichsan

SIJUK, BABEL REVIEW -- Lebih atraktif, itu barangkali yang cukup terlihat dari penyelenggaraan Festival Tanjungkelayang tahun 2019 yang digelar pekan lalu pada 16 hingga 19 November. Sesuai namanya, festival ini berpusat di Pantai Tanjungkelayang. 

Festival Tanjungkelayang 2 punya serangkaian acara yang beragam di antaranya dikemas dalam pameran, pementasan dan berbagai perlombaan. Kesemuanya berorientasi pada branding pariwisata dan budaya Belitung, khususnya Pantai Tanjungkelayang sebagai destinasi wisata unggulan Indonesia. 

Kemeriahan Festival Tanjungkelayang 2 mulai terasa sejak Sabtu pagi (16/11), terutama ketika dimulainya festival ini ditandai dengan acara pelepasan tukik penyu di bibir Pantai Tanjungkelayang. Bupati Belitung Sahani Saleh beserta Wakil Bupati Belitung Isyak Meirobie turut hadir dan terlibat langsung pagi itu. Pelepasan tukik penyu merupakan bentuk komitmen atas kepedulian terhadap kelestarian alam Pulau Belitung, khususnya penyu yang keberadaannya mulai jarang ditemukan. 

Sementara itu, pertunjukan seni budaya juga menjadi suguhan yang menghibur bagi wisatawan yang sedang berada di kawasan Tanjungkelayang. Tidak hanya seni budaya Melayu saja yang dipertontonkan, tetapi juga menghadirkan seni budaya dari berbagai daerah di Indonesia. Bertajuk Pelangi Budaya, warna-warni penampilan ragam budaya se-Indonesia tersebut tersaji di tepi Pantai Tanjungkelayang.

Pekan itu Tanjungkelayang benar-benar tumpah ruah oleh spirit cinta budaya dan wisata. Semuanya dipadu dengan baik bersamaan dengan kreatifitas anak-anak muda Belitung. Fashion show Batik Belitung salah satunya, yang hadirkan karya batik lokal yang potensial. Selain itu, juga melibatkan anak-anak muda, persembahan dramatari kolosal juga sukses mengangkat cerita rakyat Belitung.

Festival Tanjungkelayang 2 juga menyasar kalangan milenial untuk berpartisipasi dalam gelaran event akbar ini. Untuk itu panitia juga mengagendakan Lomba Vlog (Video Blog) dengan tema berbagai potensi wisata di Belitung. Antuasiasme tinggi pun terlihat dari banyaknya jumlah peserta yang ikut dalam Lomba Vlog tersebut. Hadiah uang tunai yang cukup besar jadi daya tarik sendiri sekaligus bukti keseriusan bahwa penyelenggaraan festival ini tak main-main. 

Agar semakin semarak, perlombaan yang melibatkan keluarga juga diadakan. Lomba melukis dan mewarnai cukup berhasil menambah kemeriahan festival melalui karya anak-anak yang kreatif. Ada juga lomba kreasi bentukan pasir yang menantang peserta untuk 'bermain' pasir dan membentuknya se-kreatif mungkin. 

Festival Tanjungkelayang 2 menjadi representasi bagi pembangunan kepariwisataan Belitung yang fun, kekinian, dan tanpa menyampingkan kekuatan budaya. Dari festival ini terlihat arah pariwisata Belitung yang tetap menonjolkan potensi keindahan alam (terutama laut) serta mendorong kearifan lokal sebagai kemasan yang menjadi daya tariknya. (BBR)

 

Potensi UMKM Kecamatan Sijuk

 

SIJUK, BABEL REVIEW -- Kawasan Barat Laut atau tepatnya Kecamatan Sijuk merupakan pusat kegiatan wisata di Belitung dalam beberapa tahun terakhir ini. Kepopuleran Tanjungtinggi dan wisata hopping island Tanjungkelayang sudah tentu daya pikat utamanya. Di samping itu, sederet objek wisata lainnya juga mulai menunjukkan pesonanya. Bukit Peramun, Pantai Batu Bedil, Pantai Tanjungsiantu adalah beberapa di antaranya. 

Dalam hal Sadar Wisata, masyarakat Sijuk juga punya semangat tinggi. Hal ini dapat dilihat dari cepatnya pertumbuhan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dengan ragam produk yang bernilai jual tinggi. 

Dalam gelaran Festival Tanjungkelayang 2 yang lalu, secara khusus diadakan pameran yang menggandeng desa-desa di wilayah Kecamatan Sijuk untuk menampilkan produk-produk unggulan UMKM-nya. Tidak hanya sajikan produk yang menarik, desain stand pun mereka buat sekreatif mungkin sehingga menambah daya tarik dan kemeriahan Festival Tanjungkelayang 2. (BBR)