Tanjung Kelayang Gerbang Investasi Bangka Belitung

Admin
Tanjung Kelayang Gerbang Investasi Bangka Belitung
tanjung kelayang foto: (net/IST)

Belitung,BBR - Tanjung Kelayang merupakan salah satu daerah terindah di Kabupaten Belitung, sebagai pusat rekreasi pantai yang ramai dikunjungi wisatawan. Pantai ini secara periodik di singgahi oleh ratusan perahu yatch dari manca negara dalam event Sail Indonesia. Tempat ini juga merupakan pantai dengan pemandangan matahari terbit yang indah. Berjarak 27 kilometer di utara Kota Tanjungpandan.

Berkunjung ke pantai di kawasan Desa Sijuk ini memang menyenangkan. Tanjung Kelayang sejak dulu memang sudah dikenal oleh masyarakat setempat sebagai tempat rekreasi pantai. Pemandangan paling menarik adalah pulau kecil yang terbentuk dari batu-batu granit besar yang terletak kira-kira 800 meter dari ujung pantai. Bentuk batu mirip kepala seekor burung, itulah yang menjadikan nama tempat ini sebagai Tanjung Kelayang, dimana Kelayang adalah nama salah satu jenis burung. Penduduk sekitar menamakan batu yang berbentuk seperti kepala burung dengan nama yang lebih istimewa yaitu Batu Garuda.

Tanjung Kelayang memiliki pesona keindahan yang sangat lengkap dan mengagumkan. Kawasan wisata pantai ini juga ditetapkan sebagai zona pengembangan ekonomi wisata khusus oleh pemerintah pusat. Sejumlah event

pariwisata lokal, nasional, bahkan internasional sering digelar di kawasan pantai ini. Tidak heran kalau berbagai fasilitas publik sangat lengkap dan memadai di tempat ini. Area parkir di tepi pantai Tanjung Kelayang juga sangat luas dan bersih. Selain memiliki fasilitas publik yang lengkap, bersih dan terawat dengan baik, pantai Tanjung Kelayang memiliki laut yang berair biru kehijauan, bergelombang tenang dengan pasir pantai yang putih dan halus.

Karena itu, pantai ini menjadi tempat berenang yang menyenangkan dan cukup aman. Sebagai salah satu Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Indonesia, ke depan, Tanjung Kelayang diprediksi akan menjadi salah satu destinasi unggulan di Indonesia. Kawasan yang dikelola oleh Konsorsium Belitung Maritime Silk Road (BMSR) ini tengah dikembangkan dengan menarik banyak investasi dari luar negeri.

Koordinator Konsorsium BMSR mengatakan, pengembangan KEK sejalan dengan program pemerintah pusat untuk menjadikan pariwisata sebagai penghasil devisa negara paling besar di tahun 2020. Sebab, kegiatan kepariwisataan mempunyai multiplayer effect yang banyak untuk berkembangnya sektor ekonomi. Selain itu akan memberikan pemerataan kesempatan kerja yang pada gilirannya nanti mengurangi kesenjangan sosial di masyarakat