Tanggapi Statement Amri Cahyadi, Apri Panzupi: Beliau Bermaksud Membuat Regulasi Untuk Area Publik Bukan Area Privasi

faisal
Tanggapi Statement Amri Cahyadi, Apri Panzupi: Beliau Bermaksud Membuat Regulasi Untuk Area Publik Bukan Area Privasi
Anggota Legislatif Bangka Tengah, Apri Panzupi. (Ist)

BANGKA TENGAH, BABELREVIEW.CO.ID -- Anggota DPRD Bangka Tengah dari fraksi PPP Apri Panzupi mengatakan, pro kontra dalam sebuah statement adalah hal yang lumrah, apalagi kalau disampaikan oleh politisi sekaliber Pak Amri Cahyadi yang notabenenya adalah pimpinan DPRD Provinsi.

"Apa yang disampaikan oleh Pak Amri Cahyadi saya pikir tidak terlalu berlebihan, yang dimaksudkan beliau itu mungkin penempatan ornamen suatu budaya tertentu yang tidak pada tempatnya, misalnya di sebuah area publik yang menyebabkan ketidaksesuaian terhadap pola ruang yang ada,"ujarnya kepada Babel Review, Selasa (14/1/2020).

Ia menyampaikan, statement seperti itu masih sangat wajar diucapkan oleh Pimpinan DPRD Babel agar mengingatkan Pemprov untuk memperhatikan hal tersebut supaya ada filter terhadap penetrasi budaya melalui sebuah regulasi ditingkat daerah.

"Statement tersebut masih dalam koridor yang wajar karena memang sudah tugasnya DPRD membuat filter berupa regulasi agar penetrasi budaya luar tidak kebablasan,"jelasnya.

Sambung Apri, dalam statement tersebut, beliau juga menyertakan sebuah contoh bangunan atau ornamen yang berada diarea publik di Sungailiat yang notabenenya adalah Dapilnya, jadi sebenarnya dirinya paham apa yang disampaikan, tanpa bermaksud melecehkan ras dan agama tertentu.

"Insha Allah beliau paham dengan arena tersebut dan bisa jadi juga mungkin maksud beliau jumlah dari ornamen tersebut sudah berlebihan menurut kondisi sosial masyarakat setempat, apalagi Babel sudah sejak lama beridentitaskan sebagai negeri melayu, sebab itu sudah saatnya Babel memiliki regulasi terkait penetrasi budaya, dan dipertegas hanya untuk area publik bukan area privasi seperti rumah ibadah dan pribadi,"terangnya. 

Terkait komentar Ibu Mehoa yang notabenenya adalah ketua DPRD Bateng, Apri memahami semangat beliau sebagai seorang politisi perempuan yang enerjik, namun tetap harus mencermati sebuah statement secara utuh.

"Sebenarnya tidak ada masalah, kami mengagapnya sebagai hal yang positif, mungkin ibu Mehoa sedang semangat-semangatnya sehingga beliau lupa membaca kontennya secara utuh, apa lagi dengan bahasa "makan boleh sembarang, bicara jangan" saya pikir itu tidak lah elok didengar,"ucap Apri.

Dirinya mengatakan banyak berteman dengan kader-kader dan politisi dari PDIP dan bahkan beberapa waktu yang lalu pun sempat dikunjungi oleh Andre Ristian selaku ketua Bappilu DPC PDIP Bateng untuk menjalin silaturahmi serta bertukar gagasan untuk berjuang bersama di Pilkada Bateng 2020.

"Melalui momen yang sangat berharga ini, mari kita sama-sama berpikir positif, izinkan saya juga untuk menghimbau dewan adat Bangka Belitung terkait PR bersama menghadapi dinamika kebudayaan di Bumi Serumpun Sebalai ini karena sampai saat ini belum terjawab apakah sudah ada suatu kesepakatan terkait asimilasi atau pembauran dua kebudayaan di Babel,"pungkasnya. (BBR)


Penulis  : Faisal

Editor     : Admin03

Sumber  : Babel Review