Putri Pariwisata Babel Siap Terjun ke Desa, Ternyata Ini Alasannya

kasmirudin
Putri Pariwisata Babel  Siap Terjun ke Desa, Ternyata Ini Alasannya
Putri Pariwisa Bangka Belitung 2019, Devi Septriyani. (ist)

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID --  Perkembangan teknologi komunikasi yang begitu pesat saat ini, telah berdampak terhadap segala sisi kehidupan manusia. Salah satunya adalah traveling, yang saat ini telah menjadi gaya hidup sebagian besar masyarakat Indonesia.

Maraknya pengguna sosial media yang mengunggah foto-foto atau video-video berbagai tempat destinasi wisata yang indah dan mengagumkan, telah menarik minat orang lain untuk ikut mengunjungi tempat wisata tersebut.

Kondisi ini dirasakan oleh Putri Pariwisa Bangka Belitung 2019, Devi Septriyani. Menurut Gadis berkulit putih ini, kemajuan teknologi komunikasi harus dijadikan peluang bagi masyarakat Bangka Belitung dalam mempromosikan objek wisata.

Melihat potensi sumber daya alam yang dimiliki Bangka Belitung, Devi optimis pembangunan objek wisata hingga ke tingkat desa akan bisa dilakukan secara terkonsep dan berkelanjutan.

“Persoalannya hanya mau atau tidak? Nah, disinilah saya tertarik untuk ikut terjun langsung memberikan edukasi sadar wisata kepada masyarakat desa. Tujuannya agar masyarakat kita di desa bisa menjadikan objek wisata sebagai kekayaan desa mereka,” ujar Devi saat berbincang dengan Babel Review, pada malam Grand Final Pemiihan Bujang Dayang Bangka Tengah, di Ballroom Grand  Vella Hotel, Sabtu (16/6/2019) malam.

Menurut Gadis asal Kota Muntok, Kabupaten Bangka Barat ini, sebagai Putri Pariwisata Babel 2019, Ia merasa bertanggung jawab dalam ikut meningkatkan kesadaran wisata masyarakat Bangka Belitung. Untuk itulah, bersama para sahabatnya dan para finalis Putri Pariwisata Babel, dalam waktu dekat ini akan membentuk komunitas sadar wisata.

Komunitas sadar wisata ini akan turun ke desa-desa guna memberikan pengetahuan, wawasan dan memotivasi masyarakat desa agar tertarik mengolah potensi alam di desa masing-masing untuk dijadikan objek wisata.

“Saya sangat yakin, setiap desa di Bangka Belitung ini memiliki sumber objek wisata. Kita memiliki pantai, sungai, bukit, mangrove dan juga agrowisata,” ujarnya.

Semakin banyak obejk wisata yang dibangun di desa-desa, Devi yakin akan menambah ketertarikan wisatawan untuk berkunjung ke Bangka Belitung. Selain itu, objek wisata desa bisa menjadi ladang peningkatan ekonomi kerakyatan, dan sekaligus bisa memberikan peluang pendapatan asli desa (PAD).

“Melalui sadar wisata ini, saya berharap akan semakin banyak desa yang memiliki objek wisata sesuai karakter desa masing-masing. Jika ini bisa kita wujudkan, tentu akan sangat membantu peningkatan dan pembangunan sektor wisata Bangka Belitung,” tukas Devi. (BBR)


Penulis  : Kusuma  
Editor    : Kasmir
Sumber : Babel Review