Pemkot Pangkalpinang Dinilai Tak Serius Tangani Banjir, DPRD : Makin Tahun Makin Parah

diko subadya
Pemkot Pangkalpinang Dinilai Tak Serius Tangani Banjir, DPRD : Makin Tahun Makin Parah
Wakil Ketua Komisi 3 DPRD kota Pangkalpinang, Arnadi (Foto IST)

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID -- Bangka Belitung kini mulai masuk musim penghujan. Salah satu daerah yang menjadi perhatian saat musim hujan datang yakni PangkalPinang.

Ya, Ibu Kota Provinsi Bangka Belitung ini merupakan daerah rawan banjir saat musim penghujan datang. Baru-baru ini saja misalnya, hujan deras yang mengguyur kota Pangkalpinang dua hari belakangan mengakibatkan banjir dibeberapa titik di wilayah kota Pangkalpinang.

Akibatnya peralatan rumah tangga warga banyak yang rusak terkena air, bahkan tak sedikit rumah warga yang mengalami rusak ringan.

Pemerintah kota Pangkalpinang, sebenarnya telah melakukan beberapa upaya menangani banjir ini, hanya saja program penanganan banjir yang dijalankan tak sesuai dengan harapan.

Menanggapi persoalan banjir ini, Wakil Ketua Komisi 3 DPRD Kota PangkalPinang, Arnadi menilai Pemkot Pangkalpinang belum serius menangani banjir yang terjadi. Hal ini terlihat dari semakin buruk nya kondisi PangkalPinang disaat hujan lebat turun.

" Kalau dibilang sukses kayaknya masih jauh, persoalan banjir dari tahun ke tahun bukan semakin membaik, tapi semakin memburuk. Hujan setengah jam saja ditambah air pasang pasti banjir," katanya kepada Babelreview lewat pesan singkat, Rabu (18/12).

Dia mengatakan, perlu kemauan keras baik dari sisi Sumber Daya Manusia (SDM) maupun anggaran untuk mencari solusi penanganan banjir ini.

" Kami melihat penangan banjir sejak banjir besar tahun 2016 terkesan insidental, tanpa perencanaan. Mestinya harus ada Masterplan dan Road Map penanganan banjir kota Pangkalpinang, hingga existing capaian per tahunnya pun harus jelas," ungkapnya.

Bahkan, Dia mengusulkan kalau bisa penanganan banjir tidak hanya melibatkan dinas Pekerjaan Umum saja, Namun juga dinas-dinas terkait lainnya.

" Leading sectornya jika bisa tidak hanya PU saja, perlu juga melibatkan semua dinas yang berhubungan dengan banjir yang nanti, porsinya mengacu kepada Masterplan dan Roadmapnya, apalagi wilayah banjir di kota hanya itu-itu saja sebenarnya. Tetapi karena tanpa perencanaan yang matang jadinya bukan makin baik tapi makin parah dari tahun ke tahun," pungkasnya.(BBR)


penulis : Diko Subadya

Editor : Admin02

Sumber : Babelreview