Pelajar se Bangka Belitung Dilarang Rayakan Valentine Day, Berikut Ini Isi Surat Edaran Dinas Pendidikan Babel

Ahada
Pelajar se Bangka Belitung Dilarang Rayakan Valentine Day, Berikut Ini Isi Surat Edaran Dinas Pendidikan Babel
Ilustrasi. (Ist)

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID -- Valentine Day, begitulah banyak kalangan muda dan remaja menyebutnya setiap tanggal 14 Februari.

Sebagian menyebutkan hari kasih sayang. Valentine day dijadikan sebagian remaja dan muda mudi sebagai hari atau momen yang tepat untuk mengungkapkan perasaan sayangnya kepada orang yang dicintai.

Meski kata sayang adalah milik semua tanpa mengenal batas usia dan status sosial dan kekerabatan, namun banyak yang mengumbar valentine day sebagai hari kasih sayang antar lawan jenis.

Setiap tanggal 14 Februari, beragam alasan orang merayakannya. Namun belakangan ini, valentine day menjadi hari atau momen yang banyak dilarang berbagai pihak.

Alasannya, tidak ada budaya yang mengakar dari Bumi Nusantara. Tidak ada satupun budaya lokal yang mengenal perayaan menyerempet atau mendekati seperti valentine day.

Karena itulah beragam larangan disampaikan oleh institusi atau lembaga agama, sosial, budaya maupun pendidikan terhadap fenomena valentine day ini.

Semuanya sepakat bahwa valentine day bukan kebiasaan dan budaya Indonesia. Dan valentine day juga tidak pernah hidup di Bumi Nusantara ini.

Menjelang tanggal 14 Februari, surat edaran yang melarang remaja ataupun muda-mudi merayakan valentine day mulai bermunculan.

Termasuk juga di Bangka Belitung ini, bahwa larangan merayakan Valentine Day juga dikeluarkan.

Seperti yang beredar di grup-grup media sosial beberapa hari ini, ada Surat Edaran yang dikeluarkan Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.  

Surat edaran tersebut tertulis tanggal 12 Februari 2020. Surat edaran dengan nomor 420/207/DISDIK ini ditujukan kepada Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, Kepala Cabang Dinas Pendidikan, dan Kepala SMA/SMK se Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Pesan dalam surat edaran tentang larangan perayaan valentine day tersebut, menyebutkan bahwa Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dalam membangun karakter peserta didik yang berakhlak mulia serta dalam upaya menjaga peserta didik terhindar dari kegiatan yang bertentangan dengan norma agama, sosial dan budaya berkaitan dengan perayaan valentine day 14 februari 2020, maka dimohonkan untuk tidak melakukan atau merayakan valentine day.

"Kami mohon perhatian saudara untuk melakukan langkah-langkah sebagai berikut," begitu isi permohonan dalam surat edaran tersebut.  

Ada tiga langkah yang dimintakan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Babel, antara lain melarang peserta didik merayakan valentine day 14 februari 2020, baik di dalam maupun di luar lingkungan sekolah.

Kedua meminta Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bersama dengan Kepala SMA/SMK melakukan pemantauan/pengawasan kegiatan peserta didik di wilayah masing-masing.

Dan yang terakhir mengimbau para Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota agar menginstruksikan kepada Kepala SD dan SMP untuk melakukan pemantauan/pengawasan kegiatan peserta didik masing-masing.

Surat edaran ini ditandatangani Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Drs Muhammad Soleh MM.

Salah seorang pelajar SMA di Pangkalpinang, Farras mengakui kalau dirinya juga mendapatkan surat edaran terkait larangan merayakan valentine day 14 Februari 2020.

"Saya juga dapat surat edaran ini. Ada di grup angkatan kami. Dikirim oleh kawan," katanya.

Saat ditanya apa komentar dan sikapnya terhadap surat edaran tersebut, Farras mengaku setuju adanya larangan tersebut. Bagi Farras, valentine day bukanlah kebiasaan ataupun budaya masyarakat Bangka Belitung.

"Jika untuk mengungkapkan kasih sayang kepada ayah, ibu ataupun keluarga bisa dilakukan setiap saat. Dan sejatinya memang kasih dan sayang harus bersemayam dalam hati dan jiwa kita, bukan harus menunggu setiap tanggal 14 februari," tukas Farras beralasan. (BBR)

Laporan: @hada