Optimalkan Kegiatan Dewan Ketahanan Pangan, Dinas Pangan Gelar Rapat Kerja

kasmirudin
Optimalkan Kegiatan Dewan Ketahanan Pangan, Dinas Pangan Gelar Rapat Kerja
Rapat bersama Kelompok Kerja Dewan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kamis (13/2/2020). (Foto: Nick Dolly)

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID – Fokus kepada wilayah rentan rawan pangan di Bangka Belitung, Dinas Pangan menggelar rapat bersama Pokja (Kelompok Kerja) Dewan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kamis (13/2/2020).

Hj. Sulastri, Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan, memimpin  rapat yang digelar di Ruang Rapat Dinas Pangan Bangka Belitung.

Rapat yang digelar dalam tiga sesi ini mengangkat isu strategis yang berbeda di hari yang sama. Rapat pertama adalah Pokja Ketersediaan dan Kerawanan Pangan, mengangkat isu strategis tentang masih adanya wilayah rawan pangan di Provinsi Kep. Bangka Belitung sebesar 34,27%. Sesi ini dihadiri oleh BPS Provinsi Bangka Belitung, BAPPEDA Bangka Belitung, Dinas Pertanian Bangka Belitung, Dinas Kelautan dan Perikanan Bangka Belitung dan Rektorat Universitas Bangka Belitung selaku Pokja ahli.

Dalam kesempatan ini, Kabid Ketersediaan Sri Rejeki memaparkan, materi tentang wilayah rentan rawan pangan di Bangka Belitung berupa peta.

“Dalam Undang - Undang Pangan, tepatnya UU No.18 Tahun 2012 dan Peraturan Pemerintah No.17 Tahun 2018 tentang Ketahanan Pangan dan Gizi yang mengamanatkan bahwa pemerintah dan pemda berkewajiban membangun, menyusun, dan mengembangkan sistem informasi pangan dan gizi. Untuk itu, saya akan tampilkan sistem informasi dan gizi berupa peta ketahanan dan kerentanan pangan,” jelas Sri Rejeki dalam paparannya.

Peta yang dimaksud di sini adalah peta tematik yang menggambarkan visualisasi geografis hasil analisis data indikator kerentanan terhadap rawan pangan. Hal ini tidak lain untuk mencari tahu alasan wilayah tersebut rentan terhadap rawan pangan, baik pada tingkat provinsi maupun tingkat kabupaten/kota di wilayah Bangka Belitung.

Pada sesi kedua, adalah Pokja Distribusi dan Cadangan Pangan. Tema yang diangkat pada sesi ini mengenai masih tingginya harga komoditi gula, bawang merah, dan cabai selama tiga bulan terakhir di Bangka Belitung. Sesi ini dihadiri oleh Polda Bangka Belitung, Disperindag Bangka Belitung, Lanal Provinsi Bangka Belitung, Dinas Perhubungan Provinsi Bangka Belitung, Balai Karantina Pertanian Kota Pangkalpinang, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Kota Pangkalpinang, dan Perum Bulog Sub Divre Kabupaten Bangka.

Berikutnya yang terakhir adalah Pokja Konsumsi dan Keamanan Pangan yang mengangkat isu strategis tentang rendahnya skor Pola Pangan Harapan Konsumsi Buah, Sayur dan Umbi-umbian. Sesi ini mengundang Dinas Kesehatan Bangka Belitung, Dinas P3AKPSPPPKB Bangka Belitung, Dinas PMPD Bangka Belitung, Dinas Pendidikan Bangka Belitung, TP PKK Bangka Belitung, dan BPOM Bangka Belitung dengan POKJA ahli dari DPD Perhimpunan Pakar Gizi dan Pangan Bangka Belitung. (BBR)


Penulis : Dini

Editor   : Kasmir

Sumber : Pemprov Babel