Menyandang Predikat Kabupaten Layak Anak, Angka Kekerasan dan Pelecehan Seksual Terhadap Anak Masih Tinggi di Bangka Tengah

faisal
Menyandang Predikat Kabupaten Layak Anak, Angka Kekerasan dan Pelecehan Seksual Terhadap Anak Masih Tinggi di Bangka Tengah
Ilustrasi.

BANGKA TENGAH, BABELREVIEW -- Meraih predikat sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA), angka kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak di Kabupaten Bangka Tengah masih tinggi.

Berdasarkan data hasil telusuran Babel Review dilapangan, ada kenaikan jumlah kasus kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak dari pada tahun 2018 dan 2019.

Dari data kriminalitas dari Polres Bangka Tengah yang terjadi sepanjang 2018, terdapat 15 kasus kekerasan dan pelecehan terhadap anak dan mengalami peningkatan pada tahun 2019 dengan 17 kasus.

Menyoroti tingginya kasus kekerasan dan pelecehan seksual anak di Kabupaten Bangka Tengah yang notabene menyandanga predikat KLA, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Kependudukan Pencatatan Sipil dan Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (DP3ACSKB) Provinsi Bangka Belitung (Babel) Susanti mengatakan barometer penilaian KLA ada Lima cluster.

"Kelima cluster tersebut dirinci lagi menjadi 24 indikator, Empat cluster pertama adalah upaya pemenuhan hak anak dan Satu cluster sisa untuk perlindungan khusus untuk anak,"ujarnya.

Terkait data jumlah kasus kriminalitas terhadap anak yang meningkat pada tahun 2019 di Bangka Tengah, ia mengatakan itu masuk barometer penilaian pada cluster kelima yaitu perlindungan khusus terhadap anak.

"Makanya nanti dilihat bagaimana daerah itu melakukan upaya-upaya pencegahan yang masuk pada Empat cluster yang pertama mulai dari ruang ramah anak, sekolah ramah anak, keluarga ramah anak, tempat bermain, pusat kreasi anak sehingga meminimalisir terjadinya kasus kriminalitas terhadap anak,"ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Dinas PPKBPPPA Bateng, Dr Dede mengatakan kalau kasus anak ini diibaratkan fenomena gunung es, oleh karena itu dengan predikat KLA diharapkan masyarakat lebih peduli, cerdas serta berperan aktif melindungi anak sehingga tidak menjadi objek kriminalitas.

"Dengan menyandang predikat KLA serta gencarnya kegiatan sosialisasi maka diharapkan mampu mengubah paradigma masyarakat bahwa anak-anak itu dilindungi oleh hukum dan mereka punya wadah untuk mengadu,"pungkasnya. (BBR)


Penulis  : Faisal

Editor    : Admin03

Sumber : Babel Review