Konflik Pertambangan di Perairan Pantai Matras, Wakil Bupati Bangka Imbau Masyarakat tidak Bertindak Anarkis

kasmirudin
Konflik Pertambangan di Perairan Pantai Matras, Wakil Bupati Bangka Imbau Masyarakat tidak Bertindak Anarkis
Wakil Bupati Bangka, Syahbudin. (Foto: Ibnu)

SUNGAILIAT, BABELREVIEW.CO.ID -- Rencana akan adanya penambangan pasir timah di perairan Pantai Matras oleh beberapa kapal isap produksi (KIP), menuai protes dari sejumlah warga Desa Matras khususnya nelayan.

Hal tersebut dapat dilihat dari beberapa aksi protes yang dilakukan oleh masyarakat Desa Matras beberapa pekan yang lalu di halaman kantor Lurah Matras. Salah satunya mereka menolak adanya aktivitas penambangan di sepanjang perairan Pantai Matras.

Menanggapi persoalan ini Wakil Bupati Bangka, Syahbudin Sip menegaskan supaya dengan adanya KIP yang ingin beroperasi di perairan Pantai Matras, agar masyarakat tidak bertindak anarkis.

"Kita menginginkan warga untuk bersabar, hindari hal-hal yang bersifat anarkis. Selama masalah ini masih dapat dibicarakan dan dinegosiasikan sebaiknya hindari tindakan-tindakan yang sifatnya dapat menimbulkan konflik," ujarnya.

Saat ditanya apakah kawasan perairan Matras harus bebas aktivitas pertambangan, Syahbudin mengatakan, bahwa Pemkab Bangka tidak dapat memberikan pernyataan semudah itu.

"Itu IUP milik PT. Timah, dan secara aturan undang-undang itu KP Timah. Hanya saja di lokasi tersebut ada kepentingan para nelayan yang harus kita pikirkan bersama," tegasnya.

Menurutnya, dalam menyingkapi permasalahan tersebut harus dengan arif dan bijaksana. Dirinya tidak ingin mengeluarkan statement yang akan merugikan pihak-pihak tertentu.

"Kami harus berupaya bagaimana caranya semua kepentingan dapat berjalan dengan baik. Memang sulit, tetapi janganlah memicu agar terjadi gesekan-gesekan yang dapat memunculkan hal-hal yang tidak diinginkan," ujarnya.

Dalam kesempatan ini, ia mengimbau supaya sebelum adanya kesepakatan yang menghasilkan win solusi, jangan ada aktivitas terlebih dahulu.

"Kami mengkhawatirkan adanya gesekan, kasihan dengan masyarakat yang ada disana. Sebaiknya bagi pihak-pihak yang berkepentingan untuk duduk bersama menyelesaikan masalah ini dengan musyawarah," tutup Syahbudin. (BBR)


Penulis  : Ibnu
Editor    : Kasmir
Sumber : Babel Review