Kedai Semar Sajikan Cita Rasa berbeda

Admin
Kedai Semar Sajikan Cita Rasa berbeda
Foto: Vigest

BALUNIJUK, BABEL REVIEW-- Warung makan kini tak hanya berfungsi menjadi tempat makan. Bagi sebagian orang, termasuk kalangan muda, warung  makan menjadi tempat bercengkrama atau sekadar ngobrol ringan bersama teman.

Di Balunijuk Bangka, tempat dimana Universitas Bangka Belitung berdiri, terdapat sejumlah warung makan ala-ala yang terbilang sudah eksis di kalangan mahasiswa. Salah satu warung makan yang cukup diminati oleh mahasiswa yakni Kedai Semar. “Kedai Semar menawarkan konsep sederhana namun dengan rasa yang luar biasa,” ungkap Danu, pengelola Kedai Semar semangat, saat ditemui oleh Tim Babel Review, Rabu (9/5).

 Bersama kedua saudaranya, remaja 19 tahun tersebut mengaku telah mendirikan Kedai Semar sejak Januari tahun lalu. “Menu yang kami tawarkan adalah menu-makan seperti pada umumnya, yakni nasi goreng, ayam, telur bakar, mie ayam, dan lain-lain. Memang terlihat biasa, tapi kami membedakannya di cita rasa.

Kami membuat sajian makan dari resep beberapa daerah luar sehingga terasa agak berbeda dari taste yang kebanyakan tersedia di warung makan lain disini,” kata Danu. Tak ayal diakuinya mahasiswa/i memiliki animo yang cukup tinggi menikmati sajian di Kedai Semar. Danu mengatakan bahwa membangun warung makan di sekitaran Balunijuk, mesti membutuhkan strategi yang masif.

“Mengingat sekarang, orang-orang makin kreatif menciptakan konsep warung makan, kita juga harus pintarpintar mencari celah agar tetap diminati konsumen. Saat ini mahasiswa sukanya tempattempat dengan konsep artistik nan simpel, namun tetap cantik.” Danu juga menambahkan lokasi juga harus menjadi bahan pertimbangan dalam mendirikan warung makan di sekitaran Balunijuk. “Disini ada beberapa titik yang ramai dan sepi.

Pandaipandai kita sebagai pelaku usaha melihat peluang ini,” imbuhnya. Hadi Pratama, salah seorang pelanggan yang kerap makan di Kedai Semar mengatakan dirinya cukup menyenangi warung makan di Balunijuk yang satu ini. “Rasanya lain dari yang lain,” ucapnya. Sebagai mahasiswa di Universitas Bangka Belitung, Hadi mengatakan saat ini di Balunijuk sudah tersedia cukup banyak warung makan yang tentunya menjadi keuntungan bagi mahasiswa.

“Warung makan disini dapat menjadi wadah perkumpulan bagi sejumlah mahasiswa untuk melepas penat setelah mengikuti kegiatan perkuliahan. Jaraknya juga tidak terlalu jauh dari kampus, dibanding harus menjelajahi tempat di area Pangkalpinang. Jadi rata-rata mahasiswa/i memilih kesini.”

 Senada dengan Hadi, Dewi (21) juga mengatakan pendapatnya tentang warung makan yang ada di sekitaran Balunijuk. “Mungkin karena disini didominasi remaja dan mahasiswa, jadi harga sedikit lebih miring. Dapat disesuaikanlah dengan kantong mahasiswa,” ujar Dewi.

Ia juga menambahkan bahwa saat ini sudah mulai banyak warung makan yang dibangun di sekitaran Balunijuk.Tidak hanya Kedai Semar, Dapur Pak Cik, dan sejumlah warung makan lain juga banyak menjadi tempat yang digandrungi mahasiswa.

Berbagai menu yang ditawarkan pun tidak terlalu beda, kembali pada minat mahasiswa sendiri. “Ada banyak warung makan disini. Tapi tentunya ada tempat yang memang telah menjadi langgangan sendiri karena kenyamanan kita saat berada disana. Tergantung selera sih, sebenarnya,” ungkap Dewi. Sebagai mahasiswa di sekitaran Balunijuk, baik Hadi maupun Dewi berharap agar warung makan di sekitaran Balunijuk dapat lebih bervariasi, menciptakan produk makanan yang unik tapi bergizi, dan tentunya dijangkau dengan harga yang murah sesuai kantong mahasiswa. (BBR)


Penulis :Vigest 
Editor   :Sanjay
Sumber :Babelreview