Kadinkes Babel Apresiasi Pertemuan Evaluasi Kegiatan Binwil Kemenkes

kasmirudin
Kadinkes Babel Apresiasi Pertemuan Evaluasi Kegiatan Binwil Kemenkes
Kegiatan pertemuan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Republik Indonesia yang diselenggarakan di Hotel BW Suite, Tanjungpandan, Belitung, Selasa (11/2/2019). (Foto: Adinda Chanralela)

TANJUNGPANDAN, BABELREVIEW.CO.ID -- Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Mulyono Susanto, mengapresiasi pertemuan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Republik Indonesia yang diselenggarakan di Hotel BW Suite.

“Kehormatan bagi kami dapat menjadi tuan rumah pada kegiatan yang menjadi awal atau dasar pengumpulan bahan untuk Rakerkesnas yang akan dilaksanakan pada 17-21 Februari mendatang," sambut Mulyono, Selasa (11/2/2020).

"Perlu perluasan dan persamaan persepsi dalam mencermati informasi kebijakan pembangunan kesehatan terkini, antara lain terkait situasi kesehatan di Indonesia tahun 2015-2019 dan pembangunan kesehatan tahun 2020-2024. Topik lainnya, dukungan lintas sektor dalam mendukung program prioritas Kemenkes, tata kelola sistem kesehatan, dan isu kesehatan terkini," ungkapnya.

"Semoga pertemuan ini dapat menelurkan keluaran yang bermanfaat dan rencana implemantasi program pembangunan kesehatan yang tersusun untuk bahan Rakerkesnas nanti," ujarnya.

Untuk diketahui, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes), Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyelenggarakan pertemuan bagi provinsi yang menjadi binaan wilayah (binwil), antara lain Bangka Belitung, Gorontalo, Jambi, Lampung, dan Kalimantan Selatan.

Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Balitbangkes, Siswanto, yang bertujuan untuk mengevaluasi kegiatan binwil dalam rangka penyusunan bahan Rapat Kerja Kesehatan Nasional (Rakerkesnas) Tahun 2020.

"Kita harus membingkai rencana aksi daerah guna merumuskan rencana aksi program dan kegiatan yang akan dilakukan tahun 2020-2024. Hal ini juga untuk meningkatkan kinerja dan capaian indikator prioritas kesehatan," jelas Siswanto.

Siswanto menjelaskan, perlu melibatkan sinergisme, integrasi, dan kolaborasi peran pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, lintas sektor, serta peran swasta dalam rangka mewujudkan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Maju 2045. (BBR)


Penulis : Adinda Chandralela (CJ)

Editor   : Kasmir

Sumber : Pemprov Babel