Jika Berkas Lengkap, Sudir dan Diaramon Terancam Sembilan Tahun Penjara

andre
Jika Berkas Lengkap, Sudir dan Diaramon Terancam Sembilan Tahun Penjara
Foto : Andre

 TOBOALI, BABELREVIEW-- Tersangka kolektor timah yakni Sudir (29) dan Diaramon (46) warga Bukit Permai, Toboali, Bangka Selatan (Basel), Provinsi Bangka Belitung yang ditangguhkan Kepolisian Resor (Polres) dalam operasi PETI Menumbing 2019 hingga saat ini kasusnya masih gentayangan.

 Dua tersangka tersebut bernasib sedikit lebih baik dibanding tersangka lainnya yang ditahan Polres Basel.

 Meski berstatus tersangka, penangguhan kedua kolektor timah yang diterima Polres Basel membuat dua kolektor ini bisa menghirup udara segar.

 Kurang dari satu bulan, dua kolektor tersebut bisa melenggang bebas tanpa kurungan penjara.Sudah lebih dari 20 hari perkara pada dua tersangka itu saat ini sudah masuk tahap pertama pelimpahan berkas ke Kejaksaan Negeri Bangka Selatan.

 Seksi pidana umum Kejari Basel yang telah menerima berkas keduanya pun harus memelajari berkas tersebut karena ada beberapa berkas yang dinilai kurang dan harus dilengkapi.

 " Berkas sudah pelimpahan ke pihak Kejari tapi belum P21 masih diteliti dulu. Dan saat ini baru tahap pertama yakni pengiriman berkas perkara, " ungkap Kasi Pidum Kejari Basel, Deni.

 Dikatakannya, kalau ada kekurangan, jaksa berikan petunjuk untuk dilengkapi lagi, batas waktu kalau menurut aturan di Kepolisian 20 hari, perpanjangan Jaksa 40 hari jadi 60 hari atau 2 bulan.

 Dan sebelum habis 2 bulan harus pelimpahan tahap 2 itu untuk ancaman dibawah 9 tahun yakni para penambang dengan pasal 158 Undang-undang Minerba.

 "Untuk dua kolektor timah ilegal, Sudir dan Diaramon untuk sementara masih pelimpahan tahap pertama dan dalam pengiriman berkas perkara dan harus diteliti dulu oleh Jaksa," katanya.

 Ia menegaskan, ancaman hukuman disangkakan dengan pasal 161 Undang-undang Minerba nomor 4 tahun 2019 dengan ancaman maksimal 10 tahun penjara dan denda Rp 10 miliar.

"Kalau kedua kolektor itu pertambangan, ancaman hukuman 10 tahun penjara denda Rp 10 miliar berarti bisa diperpanjang ke TN 1 selama 30 hari dan TN 2 selama 30 hari dan paling lama itu 4 bulan, tapi sebelum 4 bulan berkasnya harus P21 yakni tahap 2 pelimpahan berkas," katanya.

 Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Basel AKP Albert Daniel Tampubolon membenarkan bahwa berkas yang dilimpahkan ke Kejari Basel belum cukup.

" Masih ada beberapa kekurangan yakni pemeriksaan keterangan saksi Ahli pertambangannya," tandasnya.

 Terakhir ia mengatakan, Polres belum bisa memastikan kapan berkas itu bisa dilengkapi karena masih tergantung jawaban sksi ahli pertambangan kapan bisa di BAP.(BBR)


Penulis : Andrean

Editor : Andrean

Sumber : Babelreview