Jam Gede Ini Bikin Tanjungpandan Belitung Makin Cantik

Ahada
Jam Gede Ini Bikin Tanjungpandan Belitung Makin Cantik
Jam Gede dipercantik dengan dipasangnya lampu LED strip berwarna kuning sehingga pada malam hari bangunan ini terlihat lebih terang. (Foto: ichsan)

TANJUNGPANDAN, BABEL REVIEW.CO.ID -- Salah satu warisan sejarah pertimahan yang ada di Belitung adalah Hoofdkantoor NV Billiton Maatschappij yang merupakan kantor pusat perusahaan timah Belitung yang sejak dulu menjadi landmark Kota Tanjungpandan.

Oleh penduduk lokal, bangunan ini lebih familiar dengan sebutan Jam Gede. Pasalnya pada bagian depan bangunan yang berbentuk menara terdapat sebuah jam dengan ukuran besar. 

Kantor Pusat punya peran vital dalam jejak perjalanan sejarah timah di Belitung. Di sinilah pusat administrasi yang mengendalikan segala aktivitas penambangan timah.

Penggunaan berbagai fasilitas modern seperti telepon, surat kawat, listrik, hingga air ledeng untuk pertama kalinya dimulai di kantor ini.

Dulu Kantor Pusat jadi civic centre yang strategis karena juga berdekatan dengan pasar, societit, pertokoan, serta pemukiman yang mengitarinya. 

Dari berbagai sumber yang dihimpun BABEL REVIEW, besar kemungkinan pembangunan kantor pusat (Hoofdkantoor NV Billiton Maatschappij) berlangsung sekitar tahun 1904-1905.

Bila benar demikian, maka usia Jam Gede saat ini telah mencapai sekitar 115 tahun atau lebih dari satu abad. 

Dalam perjalanannya, Jam Gede juga memiliki peran penting dalam menjalankan fungsinya sebagai penunjuk waktu.

Pada masa beroperasinya PT Timah di Belitung, Jam Gede memiliki sirine untuk penanda waktu masuk, istirahat, hingga waktu pulang para pegawai.

  Setelah sekian lama tak terdengar 'gaungnya', Jam Gede yang saat ini difungsikan sebagai salah satu pusat perbelanjaan di Tanjungpandan mulai diangkat kembali namanya.

Pemerintah daerah memang tengah berupaya untuk terus mempercantik kota ini. Oleh karena itu sejumlah tempat dikuatkan kembali branding-nya. 

Jam Gede dipercantik dengan dipasangnya lampu LED strip berwarna kuning sehingga pada malam hari bangunan ini terlihat lebih terang.

Lampu LED tersebut juga berhasil membuat bentuk Jam Gede yg menjulang ke atas tampak lebih megah. Selain itu, pada bagian depan bangunan, di sebelah trotoar dibangun tulisan besar jain letter dengan paduan warna putih-orange bertuliskan Jam Gede.

Pada huruf-huruf yang saat malam hari menyala itu, terdapat sekilas gambar bangunan Kantor Pusat/ Jam Gede versi tempo dulu.

Sementara di antara huruf-huruf tersebut seakan tumbuh Daun Simpor yang memang juga ikon Pulau Belitung. 

Di depan tulisan besar Jam Gede, terdapat dua kursi taman yang dapat digunakan masyarakat untuk duduk bersantai menikmati jantung Kota Tanjungpandan.

Di seberangnya terdapat KV. Senang. Sementara di sisi yang lain, kita dapat menyaksikan kemegahan Satam Square dengan suasana lalu lalang kendaraan di sekelilingnya. 

Sirine yang dulu identik dengan keberadaan Jam Gede pada masa PT Timah dipasang lagi.

Bedanya kali ini suaranya keluar dari speaker yang dipasang di dekatnya. Pun fungsinya akan disesuaikan, lebih untuk peruntukan wisata. (BBR) Penulis: Ichsan