Gelar Musyawarah Batas Desa, Kecamatan Toboali Putuskan Pembangunan Pabrik CPO Masuk Desa Jeriji

kasmirudin
Gelar Musyawarah Batas Desa, Kecamatan Toboali Putuskan Pembangunan Pabrik CPO Masuk Desa Jeriji
Musyawarah Pemerintah Desa Serdang dan Jeriji, saat membahas batas wilayah, di Gedung Serba Guna (GSG) Kecamatan Toboali, Jumat (8/3/2019). (foto: Andre)

TOBOALI, BABELREVIEW.CO.ID -- Pemerintah Desa Serdang dan Jeriji melakukan pertemuan membahas pemaparan batas wilayah antar kedua desa, di Gedung Serba Guna (GSG) Kecamatan Toboali yang difasilitasi oleh pihak Kecamatan Toboali.

Diadakannya pertemuan ini didasari pada pengakuan masyarakat Serdang, bahwasanya sebagian lahan yang hendak dibangun pabrik CPO di Desa Jeriji masuk kedalam wilayah Desa Serdang.

Setelah dilakukan pemaparan oleh Camat Toboali, Jusvinar, yang dibantu oleh Tim Teknis dari Bidang Tata Ruang Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Perhubungan (PUPRP) Basel dengan dihadiri oleh, Kabag Pemerintahan Setda Basel Mori Sanjaya, Kanit Intel Polsek Toboali Hendra dan perwakilan dari kedua desa.

Seluruh wilayah pembangunan Pabrik CPO di Desa Jeriji tersebut, berada dalam wilayah Desa Jeriji sesuai hasil peta dan data dari Badan Informasi Geospasial (BIG) yang sebelumnya bernama Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (Bakosurtanal) yang merupakan lembaga pemerintah non kementerian Indonesia yang bertugas melaksanakan tugas pemerintahan di bidang informasi geospasial.

"Merujuk kepada peta rupa bumi tahun 2003 dan data Badan Informasi Geospasial (BIG) yang terbaru, hasil konsultasi bidang Tata Ruang Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Perhubungan (PUPRP) Basel, Wilayah Pembangunan Pabrik CPO tersebut dipastikan sepenuhnya berada dalam wilayah Desa Jeriji. Kita hanya memaparkan data saja, karena peta dan data itu bukan kita yang buat, tetapi BIG selaku lembaga negara yang punya otoritas melakukan itu," jelasnya, Jumat (8/3/2019).

Oleh karena itu, lanjutnya, masyarakat di kedua desa tersebut melalui Pemdes, BPD, tokoh masyarakat dan tokoh agama selaku wakil masyarakat agar dapat menyikapi permasalahan tersebut secara arif dan bijak, agar tidak menimbulkan permasalahan baru.

Ia berharap, masyarakat menyikapi permasalahan ini dengan arif dan bijak. Tetap jaga Kamtibmas di desa masing-masing, jangan sampai main hakim sendiri. Kalua memang masih ada pihak yang belum menerima hasil pemaparan tersebut, mari dimusyawarahkan. Mereka   hanya memaparkan peta dan data yang ada.

Kabag Pemerintahan Pemkab Basel Mori Sanjaya, menambahkan, Pemkab Basel bersama Badan Informasi Geofersial (BIG) akan melaksanakan pemetaan batas desa secara katometrik, tentang batas tanpa kesepakatan yang merupakan program nasional.

"Pemetaan batas desa nantinya akan dilakukan di seluruh desa yang ada di Kabupaten Bangka Selatan, bersama dengan Badan Informasi Geospasial (BIG). Jadi tidak hanya menyelesaikan batas wilayah Desa Jeriji dan Serdang saja, karena ini program nasional, "terangnya

Terakhir ia mengatakan, Tim Penetapan dan Penegasan batas desa tersebut, saat ini sudah terbentuk dengan merujuk kepada Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 45 tahun 2016 tentang pedoman penetapan dan penegasan batas antar Desa yang diketuai oleh bupati dan wakil bupati untuk tingkat kabupaten. (BBR)


Penulis  : Andre                                                            
Editor    : Kasmir
Sumber  :Babel Review