DP2KBP3A Bangka Bersama Kades Rebo Tangani Pasien Tidak Mampu

Ibnuwasisto
DP2KBP3A Bangka Bersama Kades Rebo Tangani Pasien Tidak Mampu
Sekretaris DP2KBP3A Bangka bersama dengan Kades Rebo, Fendi saat mengunjungi pasien, Rabu (18/12/2019). (Foto.Ist)

SUNGAILIAT, BABELREVIEW.CO.ID - Pemkab Bangka terus berusaha untuk melakukan langkah antisipatif dalam menindak lanjuti laporan terkait dengan salah satu warganya yang mengalami musibah.

Salah satunya seperti koordinasi yang dilakukan oleh Kades Rebo dengan Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Bangka dalam menangani orang sakit yang tinggal di Dusun Rebo, Rabu (18/12/2019).

Sekretaris DP2KBP3A Bangka, Boy Yandra mengatakan jika pasien yang tinggal di Dusun Rebo tersebut bernama Lushadma (23) asal dari Majalengka. Dan orang bersangkutan sudah satu minggu tinggal di kebun dan tidak memiliki kartu identitas.

"Kami selanjutnya berkoordinasi dengan pihak Puskesmas Kenanga, kemudian bersama-sama dengan dokter dan 1 orang perawat langsung ke lokasi dan ternyata pasien sudah satu minggu tidak bisa jalan seperti biasa dan hanya bisa tidur diatas tempat tidur dan tidurnya hanya bisa menelungkup," terangnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter, pasien di diagnosa ada masalah (benjolan regio pinggul dab ada luka) akibat pernah jatuh saat bersepeda. Dengan kondisi seperti itu, dokter Puskesmas segera merujuk ke RSU Depati Bahrin Sungailiat.

"Karena si pasien tidak memiliki identitas apapun, Kades Rebo bersama dengan Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) langsung mengurus administrasi di Dukcapil untuk membuat KK dan KTP. Alhamdulillah, pihak Dukcapil Bangka merespon dengan bagus dan cepat sehingga administrasinya sudah selesai. Kemudian pihak desa berkoordinasi dengan Puskesmas Kenanga dan dokter merujuk Lashadma ke RSUD Depati Bahrin Sungailiat untuk mendapatkan tindakan medis selanjutnya," ungkapnya.

Ia menegaskan jika nantinya pasien akan diarahkan menggunakan JKSS Pemkab Bangka sebelum mempunyai BPJS. Pihaknya dalam hal ini juga akan memberikan bantuan melalui program Semari, dengan harapan pasien dapat mendapatkan pengobatan dengan baik.

"Kami sudah sering melakukan kegiatan seperti ini tanpa pandang etnis, suku dan agama. Siapa saja kita bantu selagi orang tersebut memang benar-benar tidak mampu. Saya berharap, mari bantu sesama yang tidak mampu dan jangan biarkan sakit parah baru dibawa ke rumah sakit," pungkasnya.


Penulis : Ibnu

Editor :

Sumber : Babel Review