Desa Bikang Sentra Penghasil Nanas Terbesar Basel

Admin
Desa Bikang Sentra Penghasil Nanas Terbesar Basel
Foto:Andre

BANGKA SELATAN, BABEL REVIEW -- Jika Anda pernah berkunjung ke Toboali, Kabupaten Bangka Selatan pastilah melihat Tugu Nanas yang ada di Toboali. Replika buah nanas berukuran besar itu melambangkan bahwa Kabupaten Bangka Selatan mempunyai komoditas perkebunan nanas. Tapi tahukah Anda dimana desa penghasil nanas terbanyak di Bangka Selatan? Sentra penghasil nanas terbesar di Kabupaten Bangka Selatan ada di Desa Bikang, Kecamatan Toboali.

Nanas yang dihasilkan daerah ini terkenal dengan nama Nanas Bikang. Ukuran buahnya besar dan rasanya manis. Keunggulan buah nanas hasil daerah ini membuatnya terkenal sedari dulu. Buah yang besar dan rasanya yang manis ini pulalah yang membedakan Nanas Bikang dengan nanas lainnya. Bermula dari para petani yang mulai menanam nanas sebagai alternatif lain selain berkebun lada, menambang timah dan lainnya karena memerlukan lahan yang luas, ditambah dengan harga lada dan timah yang murah membuat warga Bikang berbondong-bondong menanam nanas.

Melihat potensi ekonomi dari berkebun nanas yang menjanjikan, warga semakin banyak berkebun nanas bahkan memperluas kebun nanasnya.Hingga sekarang nanas bukan hanya jadi ikon Desa Bikang, tapi juga menjadi ikon Kabupaten Bangka Selatan.

Pada saat panen raya biasanya masyarakat akan berkumpul dan mengadakan syukuran. Desa Bikang mudah dijangkau karena terletak di ruas jalan utama menuju kota Toboali. Dulu saat panen raya tiba, warga kebingungan untuk menjual nanas hasil panennya karena warga hanya menjual nanas utuh segar.

Jadi hanya nanas yang baru dipetikdan manis yang laku dijual. Hal ini memberikan masalah tersendiri mengingat banyaknya buah nanas dan hampir setiap rumah menjual nanas dari kebunnya. Wahyudin salah satu petani nanas mengatakan, barulah sekitar 3-4 tahun terakhir masyarakat Desa Bikang mulai mengolah nanas untuk dijadikan selai, dodol bahkan sirup.

Meskipun masih skala industri rumahan setidaknya menjadi solusi bagi para petani nanas agar tidak terfokus pada penjualan buah nanas saja. “Saya juga mendengar dari Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan dan Pemerintah Desa Bikang bahwasanya Desa Bikang akan dijadikan agro wisata nanas. Tentunya jika benar terealisasi maka kami sangat mengapresiasi program tersebut.

Jika memang terwujud maka akan berdampak positif bagi kami petani nanas karena banyak pengunjung yang membeli nanas kami dan juga pastinya banyak permintaan dari daerah luar,” harap Wahyudin. Terakhir ia menambahkan, Nanas Bikang sangat terkenal manisnya meskipun kulitnya  masih hijau sehingga banyak diminati masyarakat.

Namun demikian tak cukup hanya mengandalkan kualitas buah saja untuk meningkatkan penjualan nanas, diperlukan juga inovasi baru semisal membuat makanan atau minuman lainnya berbahan dasar nanas sehingga kedepannya berkebun nanas bisa diandalkan oleh masyarakat Desa Bikang. (BBR)


Penulis :Andre
Editor   :Sanjay
Sumber :Babelreview