Cari Tahu Kondisi Pelajar Babel di Taiwan, Hari Ini DPRD Babel Bertolak ke Kemenlu

kasmirudin
Cari Tahu Kondisi Pelajar Babel di Taiwan, Hari Ini DPRD Babel Bertolak ke Kemenlu
Ketua DPRD Bangka Belitung, Didit Srigusjaya.(foto:Diko)

PANGKALPINANG, BABEL REVIEW --  Pemberitaan mengenai adanya kabar bahwa beberapa pelajar Indonesia di Taiwan diduga menjalani kerja paksa dan disuguhkan Makanan yang mengandung babi, menjadi perbincangan hangat akhir-akhir ini khususnya bagi masyarakat Provinsi Bangka Belitung.

Pasalnya, sebanyak 294 pelajar asal Bangka Belitung saat ini sedang menempuh pendidikan di Taiwan. Naasnya beberapa pelajar Babel yang disana terdaftar di perusahaan dan kampus yang dikaitkan dengan pemberitaan tersebut.

Gejolak pun terjadi, DPRD Provinsi Bangka Belitung yang menjadi sasaran. Orang tua pelajar untuk mengadupun nampak resah, terkait adanya kabar tersebut. Sementara itu Pemerintah Provinsi Bangka Belitung membantah adanya praktik kerja paksa dan makan babi seperti yang telah diisukan.

Untuk memastikan kebenaran berita tersebut hari ini, Rabu (9/1/2019) DPRD Provinsi Bangka Belitung yang dipimpin langsung Ketua DPRD Prov. Babel Didit Srigusjaya beserta beberapa anggotanya berkunjung ke Kementrian Luar Negeri (Kemenlu) Republik Indonesia untuk memastikan hal tersebut.

"Besok (hari ini-red) kita akan ke Kemenlu untuk memastikan benar atau tidak isu terkait pelajar kita yang ada di Taiwan. Karena ini sudah menjadi berita nasional, untuk itu perlu kita soroti apalagi beberapa dari orang tua para pelajar pun telah menyampaikan keresahannya kepada kita," ungkap Didit di kantornya, Selasa (8/1/2019).

Dengan kunjungan tersebut, Didit berharap akan mendapat informasi yang komprehensif agar tahu kondisi yang sebenarnya dengan para pelajar Bangka Belitung di Taiwan.

"Jujur kami mendapat berita simpang siur mengenai kondisi sebenarnya. Untuk itu kita harap Kemenlu melakukan investigasi dengan independen untuk mencari informasi yang sebenarnya terkait kondisi para pelajar kita," pungkasnya. (BBR)


Penulis : Diko
Editor   : Kasmir
Sumber : Babelreview