Bisnis Online: Antara Pemenuhan Kebutuhan dan Perilaku Konsumtif

kasmirudin
Bisnis Online: Antara Pemenuhan Kebutuhan dan Perilaku Konsumtif
Joseph. (Foto: Istimewa)

KEBUTUHAN merupakan segala sesuatu yang dibutuhkan oleh manusia, mempertahankan hidup, memperoleh kesejahteraan, serta kenyamanan. Kebutuhan termasuk aspek psikologis manusia, dan kebutuhan adalah alasan kenapa manusia harus berusaha dan bekerja, agar dapat memenuhi kebutuhannya.

Kebutuhan manusia terbagi menjadi tiga, yaitu kebutuhan primer, sekunder, dan tersier. Kebutuhan primer merupakan kebutuhan fisik seseorang, biasanya berkaitan dengan kecukupan di dalam kehidupannya, baik dalam golongan miskin maupun kaya. Lain halnya dengan kebutuhan sekunder,  kebutuhan sekunder merupakan kebutuhan tambahan yang muncul ketika kebutuhan primer telah terpenuhi. Meskipun tanpa adanya kebutuhan sekunder yang terpenuhi, manusia masih tetap bisa menjalani hidupnya. Terakhir adalah kebutuhan tersier, kebutuhan yang muncul ketika kebutuhan primer dan sekunder sudah terpenuhi. Biasanya, kebutuhan tersier mencakup keinginan untuk membeli barang-barang yang mewah atau mahal.

Semakin terpenuhinya kebutuhan seseorang, semakin bertambah pula keinginan untuk memenuhi kebutuhan lainnya. Dengan kata lain, mustahil dikatakan apabila kebutuhan manusia tidak terus bertambah.

Kebutuhan yang tak terhingga, terus bertambah, dan pemborosan tersebut sering disebut dengan istilah perilaku konsumtif. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arti kata konsumtif berarti bersifat konsumsi, hanya memakai dan membeli, tanpa ada kemampuan untuk menghasilkan sendiri. Menurut Sumartono (2002), perilaku konsumtif adalah suatu perilaku yang tidak lagi didasarkan pada pertimbangan rasional, melainkan karena adanya keinginan yang sudah mencapai taraf tidak rasional lagi.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pada tahun 2015-2018, tingkat pengeluaran perkapita bulanan di Indonesia mengalami kenaikan sebesar Rp 275.880/bulan, dari Rp 1.074.644/bulan pada 2015 ke Rp 1.350.524/bulan pada tahun 2018.  

Lalu, apakah faktor penyebab bertambahnya kebutuhan seseorang hanya datang dari kemampuan individu dalam menghasilkan? Tentu tidak. Ada faktor lain penyebab bertambahnya keinginan seseorang. Menurut Triyaningsih (2009), ada 4 faktor yang dapat mempengaruhi perilaku konsumtif seseorang, yaitu munculnya iklan menarik, keinginan seseorang untuk tampil menarik dan sama seperti kelompoknya, gaya hidup, dan penggunaan kartu kredit.

Dari penjelasan tadi, pemenuhan gaya hidup dan munculnya iklan menarik menjadi faktor penyebab munculnya perilaku konsumtif. Di era berkembangnya teknologi membuat produsen-produsen semakin mudah dalam memasarkan produk mereka, iklan bertebaran, muncul dimana-mana, menyebabkan terpengaruhnya seseorang untuk melakukan konsumsi, meskipun belum atau bahkan tidak membutuhkan produk tersebut.

Munculnya bisnis online sebagai sebuah usaha yang menawarkan kemudahan, serta dapat menarik perhatian para pembeli menjadikan bisnis online merupakan salah satu penyebab terjadinya kenaikan konsumsi dan keinginan masyarakat di dalam pemenuhan kebutuhan. Semakin menjamurnya berbagai jenis platform bisnis online, menjadikan manusia menjadi lebih mudah didalam melakukan transaksi pembelian, dan tentunya pemenuhan kebutuhan. Banyak pelaku bisnis yang mulai berpindah, dari toko fisik, ke toko online.

Toko online atau bisnis online sendiri merupakan proses jual-beli antara penjual dan pembeli, dimana penjual dan pembeli tidak bertemu atau melakukan kontak secara fisik, yang mana barang yang diperjualbelikan ditawarkan melalu gambar yang ada di sebuah platform bisnis online. Menurut Kalakota dan Whinston (1997), bisnis online merupakan suatu proses pembelian barang atau jasa dari mereka yang menjual melalui internet.

Di era perkembangan teknologi, hampir semua lapisan masyarakat memiliki gawai pintar (smartphone) sebagai sarana berkomunikasi, mencari informasi, dan sebagian besar waktu mereka habiskan untuk membuka beberapa jejaring sosial, yang seringkali memunculkan iklan-iklan menarik dari berbagai platform bisnis online. Seringnya melihat barang-barang yang di iklankan membuat mereka semakin tertarik untuk membeli barang tersebut, dan dengan berbagai kemudahan yang ditawarkan, mereka pun berbelanja melalui toko online.

Ketika orang-orang mulai merasakan kemudahan dari berbelanja online, mereka mulai mengulang-ulang aktifitas yang mereka lakukan, dan akan meningkatkan keinginan dalam pemenuhan kebutuhan sekunder dan tersier, hal tersebutlah yang dinamakan sebagai perilaku konsumtif.

Harus diakui bahwa semakin berkembangnya teknologi, muncul berbagai jenis problematika yang siap-tidak siap harus dihadapi olah semua lapisan masyarakat. Motivasi serta kesiapan dari masing-masing individu sangat berperan penting dalam menghadapi perubahan era, khususnya dalam menahan keinginan untuk tidak berperilaku konsumtif. (BBR)


Penulis : Joseph

Editor   : Kasmir

Sumber : Babel Review.