Berurai Airmata, Siswi SMKN 5 Pangkalpinang Ini Yasinan Doakan AKBP Mito

kasmirudin
Berurai Airmata, Siswi SMKN 5 Pangkalpinang Ini Yasinan Doakan AKBP Mito
Nava Praditya Octa (duduk) foto bersama rekan dan AKBP Mito (berdiri pakai kaos merah)

PANGKALPINANG, BABELREVIEW -- Siswi SMK Negeri 5 Pangkalpinang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini bernama Nava Praditya Octa. Gadis berusia 17 tahun ini, masih menyimpan sedih yang mendalam. Bahkan terkadang, Ia masih meneteskan air mata, saat bayangan wajah AKBP Mito melintas dalam benaknya.  

Bagi Nava sapaan akrab gadis ini, AKBP Mito yang merupakan perwira menengah di Polda Kepulauan Babel tersebut bukan sekedar pelatih jasmani dirinya. Mito yang ramah dan suka bercanda tersebut sudah dianggapnya seperti ayah. Disiplin dan ketegasan serta kepribadian yang ditanamkan Mito setiap kali melatih dirinya, sangat berkesan dan telah mampu merubah karakter Nova selama dua bulan terakhir. 

Kepergian AKBP Mito bagaikan petir di siang bolong bagi Nova dan 40 rekan Nova lainnya. Selama lebih dari dua bulan ini Mito melatih 40 -an remaja putra dan putri Negeri Serumpun Sebalai yang berminat dan bercita-cita menjadi anggota TNI atau Polri. Fisik dan jasmani serta kepribadian 40 remaja ini digembleng oleh Mito, dengan tujuan siap ketika nanti mengikuti tes masuk TNI maupun Polri.

"Saya tidak percaya, Bapak Mito telah tiada. Baru beberapa hari lalu Bapak Mito menasihati kami, agar rajin belatih dan semangat mengikuti segala materi latihan. Bapak Mito minta kami serius, jika ingin mencapai cita-cita," ujar Nava.

Nava sendiri memang bercita-cita ingin menjadi Polisi Wanitia (Polwan). Karena itulah, Ia mengikuti pelatihan dan bimbingan yang diberikan AKBP Mito. Ketulusan dan keseriusan AKBP Mito membimbing para muridnya, telah membekas dalam sanubari para muridnya.

Kabar AKBP Mito yang ikut menjadi korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 di Perairan Tanjung Karawang Jawa Barat, Senin (29/10/2018) pagi, telah menyengat hati dan perasaan para muridnya, termasuk Nava. Seakan tidak percaya, sejak Senin (29/10/2018) siang itu Nava terus berurai air mata. Doa terus Ia panjatkan kehadirat Allah SWT untuk keselamatan AKBP Mito. Namun takdir rupanya berkehendak lain, AKBP Mito menjadi satu dari 189 penumpang yang menjadi korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610.

Dalam kesedihan yang masih sulit untuk sirna, Nava dan rekan-rekannya melakukan Yasinan di rumah duka di Graha Loka Selindung Pangkalpinang, Senin (29/10/2018) malam. Sembari terisak dan sesekali mengusap buliran air mata, Nava dan rekan tetap khusuk membaca satu persatu ayat dalam surah Yasin.

"Semoga Bapak Mito dilapangkan kuburnya, diampuni segala kekhilafannya dan dimudahkan Ia dalam mendapatkan ridho Allah SWT. Untuk ibu dan keluarga yang ditinggalkan, kami hanya bisa berdoa agar dilimpahkan kesabaran dan ketabahan," ujar Nava sembari terisak. (BBR)


Penulis : Kusuma
Editor   : Kasmir
Sumber :Babelreview