Berpetualang ke Bukit Peramun

Admin
Berpetualang ke Bukit Peramun
Foto: Ichsan Husein

SIJUK, BABEL REVIEW -- Wilayah utara Belitung kembali jadi tujuan saya. Lokasi yang saya datangi adalah Bukit Peramun. Terletak di Desa Air Selumar, bukit ini bisa ditempuh dalam waktu sekitar 30 menit dari pusat Kota Tanjungpandan melalui Desa Air Seruk.

Setelah membayar retribusi 10 ribu rupiah per orang, pengunjung diberikan gelang kertas sebagai pertanda tiket masuk. Kemudian dengan cekatan, seorang pemandu (guide) segera mendampingi pengunjung sejak titik start keberangkatan. Kali ini saya didampingi Pak Usman. Walau sudah tak muda lagi, semangatnya luar biasa tinggi. Beliau adalah satu dari 26 warga yang berasal dari Arsel Community (Komunitas Air Selumar) yang sehariharinya mengelola Hutan Kemasyarakatan (HKm) Bukit Peramun.

Berbagai penjelasan dan cerita dari Pak Usman sangat membantu saya dalam perjalanan kali ini. Tak hanya sekedar jalan-jalan, namun saya begitu banyak mendapat edukasi. Tak ketinggalan, sebagai guide, Pak Usman tahu betul mengarahkan di mana posisi terbaik untuk mengabadikan foto. Di spot Rumah Hobbit misalnya.

Bagi Anda pecinta film ber-genre fantasi Lord Of The Rings, tentu familiar dengan set rumah kayu mungil ini. Sepanjang perjalanan tracking di area yang memiliki luas total 115 hektar tersebut, pengunjung dapat menemui pepohonan hutan yang beragam.

Hebatnya, banyak sekali tanaman lokal Belitung yang masuk dalam kategori langka terutama sebagai bahan pengobatan ada di sini. Konon nama Peramun sendiri berasal dari kata ‘peramu’ atau ‘ramu’ atau ‘peramuan’ yang muncul karena masyarakat zaman dulu menjadikan Bukit Peramun (Gunong Peramun) sebagai tempat mencari aneka tumbuhan lokal yang bermanfaat sebagai obat-obatan herbal.

Setelah berjalan kaki menanjak sekitar 15 menit, saya sampai di spot Batu Kembar. Dua batu granit yang unik sayang jika tak diabadikan untuk ber-swafoto. Kemudian dengan berjalan sedikit lagi ke atas, kita akan sampai ke puncak bukit yang memiliki ketinggian sekitar 129 mdpl tersebut.

“Pokoknya kalo udah sampai ke puncak, lelahnya akan terbayar,” begitu kata Pak Usman menyemangati. Agar juga bisa menjadi atraksi wisata, kata Pak Usman, nantinya akan dibangun gondola sebagai alternatif cara menggapai puncak bukit ini. Menarik ditunggu. Sesampai di puncak, pemandangan ketinggian Bukit Peramun begitu menakjubkan.

Pepohonan hijau lebat terhampar luas sejauh mata memandang. Laut pun terlihat dari kejauhan, termasuk Pulau Lengkuas dengan mercusuarnya. Untuk mempercantik area puncak Bukit Peramun terdapat beberapa spot foto menarik (yang kekinian), salah satunya mobil klasik yang berada di tepi bukit. Dengan angle tertentu, Anda bisa berfoto seakan-akan sedang mengendarai mobil yang terbang di udara. Menarik kan? (BBR)


Penulis : Ichsan Husein
Editor   : Sanjay
Sumber :Babelreview