Berharap Air Asia Bisa Angkut Wisatawan dari Malaysia  

Admin
Berharap Air Asia Bisa Angkut Wisatawan dari Malaysia   
Foto: IST

 

PANGKALPINANG, BABEL REVIEW.CO.ID – Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bangka Belitung Rivai menyambut baik dibukanya rute penerbangan internasional langsung oleh Air Asia Belitung – Kuala Lumpur dan rute (pp) penerbangan domestik Belitung – Jakarta (pp) yang dimulai awal Okrober 2019 lalu. Dikatakan Rivai, keberhasilan sektor pariwisata barometernya adalah berapa jumlah wisatawan yang berkunjung ke suatu daerah (Provinsi Bangka Belitung) dalam arti makro dan dalam arti mikro berapa jumlah pengunjung ke Belitung.

“Tidak mudah memang kalau kita bicara pembukaan rute baru karena hitung-hitungannya itu detail dan yang sudah pasti yang ada di depan mata adalah yang namanya rute baru harus giat mempromosikan dalam berbagai macam aspek,” ujar Rivai.

Walau begitu, pihak maskapai Air Asia sudah melakukan berbagai macam pertimbangan dan hitungan kalkukasi bisnis membuka rute internasional langsung Belitung – Kuala Lumpur. Salah satu pertimbangannya adalah melihat kunjungan dari Malaysia yang berkunjung ke Belitung dengan transit melalui Jakarta maupun sebaliknya. Apalagi Air Asia berani membuka empat kali penerbangan dalam seminggu.

“Harapan dari pemerintah provinsi tentu saja akan berdampak pada kunjungan wisatawan yang berkunjung ke Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, tapi saat ini kalau kita bicara masalah dampak dan pembukaan rute ini tentu saja kita belum bisa berbicara banyak karena paling tidak satu bulan baru bisa melihat dampaknya secara ekonomi,” jelas Rivai.

Untuk mengkaji dampaknya, pihak Pemprov Bangka Belitung juga meminta kepada pihak Angkasa Pura untuk mengirimkan laporan agar dapat diketahui dalam satu bulan penerbangan rute internasional ini, baik pergi dan pulang serta dari segi bisnis apakah sudah bisa menutupi biaya yang dikeluarkan pihak maskapai.

“Dari segi penumpangnya juga berdampak atau tidak secara ekonomi kepada masyarakat Bangka Belitung dan dari situ tentu saja kita sudah dapat memprediksi akan cerah atau tidak rute penerbangan baru Tanjungpandan – Kuala Lumpur. Kita lihat laporannya setelah satu bulan berjalan saat ini baru masuk minggu ke-2,” ujarnya.

Mengenai evaluasi yang dilakukan Pemprov Babel mengenai rute penerbangan internasional, mengingat sebelumnya Garuda Indonesia juga pernah membuka rute penerbangan internasional Belitung – Singapura namun tak bertahan lama, maka untuk rute penerbangan ini Pemprov juga akan melakukan evaluasi. Dari evaluasi tersebut Pemprov Babel baru akan melakukan langkah-langkah termasuk menggenjot promosi.

“Mudah-mudahan terus bertahan, kita lihat dulu evaluasinya bulan ini bagaimana jumlah penumpang Maskapai Asia Air dengan jadwal 4 kali seminggu. Kalau ternyata dari berbagai pertimbangan jumlah penumpangnya menurun maka mungkin akan diturunkan menjadi 2 kali seminggu, jadi tidak langsung ditutup rute penerbangan internasional itu. Jadi kita waitand see dulu rute ini,” jelasnya.

Dikatakan Rivai, setiap ada kunjungan disitu pasti ada perputaran uang. Walaupun yang menggunakan jasa penerbangan tidak hanya orang yang ingin berlibur tetapi banyak kepentingan lainnya tetap memberikan dampak bagi perekonomian daerah. Rivai mencontohkan banyak masyarakat Belitung berobat ke Malaysia. Belum lagi dalam aspek pendidikan, mahasiswa yang menuntut ilmu di Malaysia akan mudah untuk pulang pergi. Dengan adanya rute penerbangan ini tentu akan menjadi pertimbangan masyarakat menggunakan jasa penerbangan untuk berbagai kepentingan.

“Dari aspek pariwisata, lepas dari persoalan mereka berkunjung ke Belitung untuk liburan atau tidak yang jelas mulai turun di bandara sudah pasti mereka akan menggunakan jasa trasportasi, itu artinya menghidupkan teman-teman yang berprofesi sebagai driver. Selanjutnya mereka akan pergi ke hotel dan menginap, berarti mereka akan membayar dan di hotel ada karyawan yang mencari nafkah. Seandainya kita kalkulasi dalam bentuk rupiah seandainya sekali kunjungan mereka menghabiskan Rp 3 juta maka kita hitung saja misalnya ada 120 penumpang dari Malaysia ke Belitung maka tinggal dikali saja yang menginap di hotel, makan di restoran, mereka akan belanja dan sebagainya, itu akan menjadi putaran ekonomi masyarakat belum lagi kalau mereka nyebrang ke Pulau Bangka,” jelasnya.

Mengenai promosi, Disbudpar Babel telah melakukan promosi rute penerbangan baru tersebut dan mempromosikan destinasi pariwisata dan potensi-potensi yang dimiliki Bangka Belitung. Bahkan Disbudpar telah mengajak pelaku pariwisata untuk melakukan promosi di Malaysia baik promosi rute penerbangan maupun promosi potensi pariwisata.

“Kita sudah meminta kepada travel agen membuka paket perjalanan dan travel. Travel agen di Bangka Belitung juga telah bekerjasama  travel agen di Kuala Lumpur untuk saling menawarkan paket-paket perjalanan. Artinya take and give. Syukur kalau banyak warga Kuala Lumpur yang datang ke Belitung sedangkan warga Belitung minim saja yang datang ke Malaysia, karena kalau masih 50:50 dampaknya sama saja Ringgit pindah ke Belitung dan Rupiah pindah ke Malaysia,” ungkapnya.

Dikatakan Rivai, rute penerbangan dan sektor pariwisata tidak terlepas dari sinergi dari berbagai pihak terkait. Agar rute penerbangan ini dapat berkelanjutan maka para pelaku pariwisata, baik pemerintah daerah, travel agen, hotel, restoran, pengelola destinasi wisata, pengrajin, pelaku usaha oleh-oleh dapat bekerjasama memajukan pariwisata di Bangka Belitung, termasuk perhimpunan hotel bisa memberi potongan harga atau diskon supaya wisatawan lebih tertarik ke Bangka Belitung.

“Harapannya supaya rute penerbangan ini terus berjalan dan yang paling penting juga pariwisata di Bangka Belitung bisa lebih berkembang maju. Intinya saling bersinergi jangan jadi patah tumbuh hilang berganti, alangkah bagusnya jika ada pohon walaupun sudah menua namun kita bisa nikmati buahnya,” harapnya. (BBR)