Begini Caranya Pedagang Kaki Lima Berbagi Rezeki Malam di Kota Pangkalpinang

kasmirudin
Begini Caranya Pedagang Kaki Lima Berbagi Rezeki Malam di Kota Pangkalpinang
Pedagang kaki lima yang mangkal di Alun-alun Taman Merdeka Pangkalpinang. (Foto: Diko)

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID -- Semakin malam semakin asik. Mungkin rasa ini bisa menggambarkan sedikit suasana Kota Pangkalpinang di malam hari. Sebagai ibu kota sebuah provinsi, wajar jika Pangkalpinang berkembang cukup pesat menjadi pusat keramaian.

Kemeriahan malam hari di Kota Pangkalpinang terus bergerak. Denyut ekonomi berjalan ikut menyusuri panjangnya trotoar di Kota Pangkalpinang. Mulai matahari tenggelam, denyut ekonomi pun mulai bergerak. Pelaku bisnis kuliner sejak menjelang maghrib tiba, sudah menempati lapak-lapak rezeki masing-masing.

Para pengusaha gerobak, tenda, hingga lesehan mulai menyusun rapi barang dagangan. Dari mulai kuliner lokal hingga nasional, dipajang seapik mungkin guna merayu mata konsumen. Mulai makanan ringan hingga berkelas berat juga tak lupa menghiasi lapak-lapak pengusaha kuliner ini.

Terlepas dari kontroversi beberapa pedagang yang menggunakan trotoar sebagai lokasi berdagang, namun kehadiran mereka tak dipungkiri mampu menghidupkan Pangkalpinang sebagai sebuah ibu kota provinsi. Menjadikan daya tarik masyarakat khususnya kaum muda untuk menghabiskan malam di Kota Pangkalpinang.

Keramaian malam di Kota Pangkalpinang, dimulai sejak sore harinya. Banyak remaja dan kaum muda, yang sejak sore sudah nongkrong di trotoar jalan hingga  malam menjelang.

Banyak sekali dagangan yang kini menjamur di Kota Pangkalpinang. Para pebisnis kuliner ini bisa menemani waktu santai warga, mulai dari dagangan minuman seperti Es Tebu, Es Buah, Thai Tea hingga Kopi Shop. Tak hanya itu aneka makanan pun dihidangkan mulai dari angkringan, cafe, dan jajanan kecil seperti cilok, piscok, pempek panggang dan masih banyak lagi yang membuat semakin asik menghabiskan malam di Kota Pangkalpinang.

Pedagang-pedagang tersebut sejak matahari tenggelam sudah mulai menyiapkan dagangan masing-masing. Pedagang gerobak mendorong gerobaknya dengan penuh semangat, sedangkan warung-warung yang menggunakan konsep lesehan mulai menata dengan rapi dagangan serta lapak.

Seperti yang dilakukan Arvijansen. Seorang pelajar yang kini menggeluti bisnis kuliner, setiap sore mulai bergegas mendorong gerobaknya untuk menjemput rezeki. Pelajar yang akrab disapa Jansen ini merupakan salah pedagang pempek panggang di sekitaran alun-alun Kota Pangkalpinang.

Berjualan pempek panggang merupakan usaha dari keluarganya sejak lama yang kini diteruskan oleh Jansen, sembari mengisi waktu santai seusai menimba ilmu di sekolah.

Jansen mengatakan, sejak tahun 2002 lalu keluarganya sudah berjualan di Kota Pangkalpinang, namun lokasinya dulu berpindah-pindah belum menetap seperti sekarang.

"Dulu masih pindah-pindah, karena kan gak boleh tu. Kadang-kadang masih kejar-kejaran dengan Satpol PP. Tapi kalau sekarang sih udah nggak," katanya.

Jansen mengungkapkan, dirinya mulai berjualan pempek panggang sekira pukul 16.00 WIB hingga malam hari. Dalam semalam ia bisa mendapatkan penghasilan Rp 200.000-Rp 250.000. Penghasilan tersebut, itu jika berjualan pada hari biasa. Sedangkan pada hari libur seperti malam Minggu, Jansen bisa menghasilkan pendapatan hingga Rp 400.000.

"Kalau sekarang sih lokasinya lebih strategis bang,  gak susah pelanggan kita nyari atau ngedatangi kita. Kalau dulu pindah-pindah jadi rada susah, apalagi Pangkalpinang sekarang sudah mulai ramai," ungkapnya.

Tak hanya Jansen, Asep pedagang es tebu juga merasakan saat ini Kota Pangkalpinang semakin ramai. Asep mengatakan, ia sudah lama berjualan es tebu dan merasakan perubahan Kota Pangkalpinang yang semakin hari semakin ramai di setiap malamnya.

" Alhamdulillah makin ramai bang, pendapatan juga alhamdulillah cukup lah untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga," katanya.

Menjamurnya penjual minuman es tebu saat ini, ternyata tak menjadi beban bagi Asep. Bahkan Asep mengaku semakin senang, karena kini Pangkalpinang semakin ramai dan banyak pilihan juga.

"Saya yakin semua sudah ada porsi rezekinya Bang, Jadi gak ketuker syukuri aja kan jadi banyak temen," ungkapnya. (BBR)


Penulis : Diko

Editor   : Kasmir

Sumber : Babel Review