Bea Cukai Pangkalpinang Musnahkan Rokok, Miras dan Vape Ilegal

kasmirudin
Bea Cukai Pangkalpinang Musnahkan Rokok, Miras dan Vape Ilegal
Pemusnahan barang illegal yang dilakukan Bea dan Cukai Tipe Madya I Pabean C Pangkalpinang, di rumah dinas Bea dan Cukai Pangkalpinang, Rabu ( 20/11/2019). (Foto: Gusti)

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID -- Bea dan Cukai Tipe Madya I Pabean C Pangkalpinang, melakukan pemusnahan barang milik negara eks barang hasil tegahan yang dilakukan oleh KPPBC TMP C Pangkalpinang selama periode tahun 2018 - 2019, di rumah dinas Bea dan Cukai Pangkalpinang, Rabu ( 20/11/2019).

Kepala Kantor Bea dan Cukai Pangkalpinang, Yelly Yulianty dalam rillis pers mengatakan, barang hasil tegahan tersebut telah mendapat persetujuan untuk dilakukan pemusnahan oleh Menteri Keuangan, dalam hal ini Kepala Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Pangkalpinang.

"Dalam kesempatan tersebut dimusnahkan rokok jenis sigaret kretek mesin dengan berbagai merek sebanyak 1.017.000 batang (50.850 bungkus), Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) 41 botol (29.900 mililiter) dan liquid vape 34 botol (1.950 mililiter),” kata Yelly.

Ia mengatakan, keseluruhan nilai barang dan hasil penindakan tersebut diperkirakan sejumlah Rp 692.050.500, dengan potensi kerugian negara yang ditimbulkan sebesar Rp 376.402.550.

"Rokok dan MMEA yang dimusnahkan tersebut merupakan hasil tegahan yang dlakukan oleh KPPBC TMP C Pangkalpinang, melalui kegiatan operasi pasar di selurah kepulauan Bangka,” ujarnya.

Dikatakan Yelly, barang tersebut dinyatakan illegal dengan berbagai jenis pelanggaran pasal 29 ayat (1) UJ No. 39 tahun 2007 tentang Cukai yakni,

  1. Tanpa dilekati pita cukai
  2. Dilekati pita cukai yang bukan haknya
  3. Menggunakan pita cukai tidak sesuai jenis atau golongan
  4. Dilekati pita cukal palsu atau bekas

Ia menambahkan, pemusnahan BMN eks barang tegahan dilakukan dengan cara dibakar dan dirusak untuk menghilangkan fungsi dan sifat awal barang, sehingga tidak dapat dipergunakan.

"Dengan adanya pemusnahan ini diharapkan partisipasi dari unsur instansi pemerintah terkait dan masyarakat untuk meningkatkan sinergi, dalam mengamankan hak-hak penerimaan negara maupun dalam melindungi negara, dari masuknya barang-barang berbahaya asal luar negeri,” tukasnya. (BBR)


Penulis  : Gusti                         
Editor    : Kasmir
Sumber  :Babel Review