Bawaslu Komitmen Perketat Pengawasan Medsos dari Kampanye hitam dan Ujaran Kebencian

kasmirudin
Bawaslu Komitmen Perketat Pengawasan Medsos dari Kampanye hitam dan Ujaran Kebencian
Sekretaris Jenderal Bawaslu RI, Gunawan Suswantoro. (Foto: Faisal)

BANGKA TENGAH, BABELREVIEW.CO.ID -- Badan Pengawas Pemilu RI akan meningkatkan pengawasan terhadap media sosial yang berpotensi melakukan kampanye hitam dan menyebarkan berita bohong.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Sekretaris Jenderal Bawaslu RI, Gunawan Suswantoro di Koba, Rabu (23/10/2019). Ia menuturkan pada Pilkada 2020 pihaknya akan meningkatkan pengawasan terhadap media sosial.

"Kita tahu kabar dan berita hoaks yang berisikan ujaran kebencian sangat menjamur di media sosial, oleh sebab itu pada pilkada serentak tahun depan kita intensif dalam pengawasannya,"ujarnya kepada Babel Review.

Ia mengatakan, pihaknya akan meningkatkan kerja sama dan koordinasi dengan Kementerian Kominfo dan Bareskrim, untuk memperketat pengawasan media sosial mencegah dan mengurangi berita hoax.

"Kita akan menjalin sinergi, tidak hanya dengan lembaga pemerintahan tetapi juga lembaga lainnya, termasuk kalangan pers," terangnya.

Ia menjelaskan, kalau belakangan ini media sosial menjadi wadah yang dianggap strategis dalam melakukan kegiatan kampanye namun terkadang bermuatan kampanye hitam.

"Silakan saja menggunakan media sosial sebagai alat kampanye tetapi dengan cara lebih bijak dan santun, bukan dengan bahasa yang mengandung ujaran kebencian," ujarnya.

Gunawan juga mengatakan pelaku yang menyebarkan  hoaks di media sosial untuk menyerang lawan politik tidak mencerminkan nilai-nilai demokrasi.

"Kita harus diminimalisasi hal seperti ini, memang sulit mencegah secara total, tetapi setidaknya bisa menguranginya," imbuhnya. (BBR)


Penulis  : Faisal
Editor    : Kasmir
Sumber : Babel Review