Bangun Jalan untuk Akses Distribus Pertanian

Admin
Bangun Jalan untuk Akses Distribus Pertanian
foto:ist

BANGKA BARAT, BABEL REVIEW-- Desa Sinar Sari, Kecamatan Kelapa, Kabupaten Bangka Barat merupakan satu diantara desa-desa yang memiliki potensi  yang besar di sektor pertanian dan perkebunan.  Desa yang memiliki luas wilayah 1.722, 347 Hektare ini mengembangkan berbagai macam komoditas pertanian dan perkebunan seperti tanaman holtikultura, padi ladang, karet, kelapa sawit, lada dan ubi kasesa.

Kepala Desa (Kades) Sinar Sari, Hoirullah, saat diwawancara Babel Review mengatakan Desa Sinar Sari memiliki tanah yang subur sehingga dapat ditanami perbagai jenis tanaman. “Mayoritas penduduk desa kita berprofesi sebagai petani kebun. Saat ini perkebunan karet dan kelapa sawit menjadi komoditas utama pendapatan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari,” kata Hoirullah.

Pengembangan pembangunan Desa Sinar Sari pada tahun 2019 ini berfokus pada jalan usaha perkebunan agar dapat memaksimalkan pengangkutan dan pendistribusian hasil perkebunan. “Pembangunan di desa ini sudah maksimal kita laksanakan.

Karena saat ini masyarakat di Desa Sinar Sari mayoritasnya petani, jadi kita bangun akses jalannya,” jelas Kades. Dalam melaksanakan program pembanguan dan pemberdayaan masyarakat, masyarakat Desa Sinar Sari sangat mendukung Pemerintah Desa (Pemdes) dalam mewujudkan desa menjadi lebih baik. “Harapan saya untuk masyarakat supaya lebih mandiri.

Intinya jangan malas, malas dalam artikata bukan hanya bekerja, salah satunya malas bertanya, malas bergerak. Kalau budaya malas tetap diterapkan, kita tidak akan maju. Mari kita ubah mindset kita,” ajaknya. (BBR)

 

Aktif Adakan Pelatihan Kewarisan

AGAR pemanfaatan potensi SDM berkualitas dapat terlaksana, Pemerintah Desa (Pemdes) Sinar Sari memulai dengan pembinaan kebiasaan produktif, salah satunya mengembangkan usaha rumahan dalam upaya memacu peningkatan perekonomian. Saat ini Pemdes Sinar Sari memfokuskan program pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan ketrampilan dan pengembangan produk.

“Kami mengadakan pelatihanpelatihan mulai dari pelatihan UMKM dan pelatihan pertanian. Jadi masyarakat bukan hanya berkebun saja tanpa ada teori awal, namun sekarang sudah dibekali teori dan praktiknya. Setelah mengikuti pelatihan diharapkan masyarat lebih mandiri dan dapat menopang ekonomi,” kata Kades Sinar Sari, Hoirullah. Desa Sinar Sari memiliki banyak hasil UMKM rumahan seperti kopiah resam, anyaman ragak, keruntong suyak dan budidaya madu lubang.

“Produk-produk ini kita pasarkan di Kabupaten Bangka Barat. Produk yang dihasilkan dari pelaku UMKM bermacam-macam. Saat ini mereka kita berikan pelatihan yang bekerjasama dengan pihak  provinsi agar dapat mengetahui cara pengemasan, promosi dan meningkatkan kualitas produk,” ujarnya. Ia mengatakan, pelatihan wirausaha baru dimulai tahun 2019 ini.

Berbagai macam inovasi produk sudah dilakukan dan juga banyak mendapatkan bantuan dalam mengembangkan produk. “Untuk budidaya madu lubang, mengajukan proposal ke Dinas Kehutanan. Saat ini budidaya tersebut dikembangan Gapoktan Nilap dan sudah mulai berkembang biak. Sudah ada beberapa puluh sarang namun karena madu lubang saat ini masih baru, nantinya akan terus kita budidayakan,” ujarnya. (BBR)