Alamaaak….Durian Bangka Sungguh Lezat, Teriak Wisatawan Ini

Ahada
Alamaaak….Durian Bangka Sungguh Lezat, Teriak Wisatawan Ini
salah seorang wistawan dalam group Durian Travellers yang datang mengunjungi Kelekak Durian di Bukit Limau Antu, Muntok, Bangka Barat.

 

BANGKA BARAT, BABELREVIEW.CO.ID –  “Alamaak, durian Bangka sungguh tak kalah lezatnya dengan durian Penang, terutama Super Tembaga, si Kompeng, dan durian Delima juga top,”ujar Hari, salah seorang wistawan dalam group Durian Travellers yang datang mengunjungi Kelekak Durian di Bukit Limau Antu, Muntok, Bangka Barat.

Saat naik ke Bukit Limau Antu, Hari juga mengatakan bahwa banyak durian lokal yang tidak memiliki nama juga memiliki cita rasa yang tiada tara.

Durian Traveller merupakan salah satu dari beberapa kelompok pecinta durian dari luar daerah yang berburu durian ke Pulau Bangka. Durian Bangka rasanya memang beda.

Mungkin tanah dan konturnya yang berbukit dan banyak batu granit (mirip dengan Penang, Malaysia). Banyak jenis-jenis durian yang rasanya kelas dunia.

Akan tetapi  perawatan dan pemupukannya harus banyak belajar lagi dengan pekebun Malaysia supaya warna, ketebalan daging buah dan manis pahitnya lebih baik lagi.

Singkatnya sangat potensial untuk dikembangkan lagi. Narto, pemandu wisata Durian Travellers, mengatakan kepada BBR bahwa para wisatawan yang datang merasa puas saat datang ke Bukit Limau Antu.

“Walaupun untuk datang ke kelekak durian di Bukit Limau Antu tidaklah mudah, karena harus mendaki sepanjang 1 kilometer, tetapi semuanya merasa puas,”kata Narto.

Narto menjelaskan bahwa salah satu durian unggulan yang ada di Bukit Limau Antu adalah si Kompeng. Durian ini mulai dikenalkan oleh alm. Hendra Kurniady beberapa tahun lalu dan menjadi daya tarik bagi para penikmat durian.

Durian yang menjadi incaran ini harganya berkisar Rp 300.000 sampai Rp. 400.000 per buahnya. Pulau Bangka selain terkenal sebagai daerah penghasil timah juga memang terkenal sebagai sentra penghasil buah durian yang berkualitas.

Di Kabupaten Bangka Barat terdapat banyak varietas lokal yang memenuhi kriteria durian nasional.

Bahkan pada tahun 2001, Pemerintah Provinsi Bangka-Belitung bekerjasama dengan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Babel dan Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika (Balitbu), merilis durian chumasi sebagai varietas unggul nasional dengan nama Namlung Petaling dan ditetapkan sebagai durian unggul nasional  berdasarkan SK Menteri Pertanian No.123/Kpts/T.P.240/2.2001, pada 8 Februari 2001 yaitu varietas Durian Namlung Petaling-06.

Selain Durian Namlung Petaling, durian lokal lainnya juga mampu mencuri perhatian para pecinta durian. Saat musim durian tiba, para pemburu durian lokal berlomb-lomba datang ke Kelekak Durian (Kebun Durian).

Bahkan para pemburu durian bukan hanya dari masyarakat Bangka saja, tetapi juga dari luar Bangka Belitung. Dalam pengamatan BBR sampai saat ini, setidaknya ada tiga grup pecinta durian dari luar daerah yang datang ke Pulau Bangka.

Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Bangka Barat, Bambang Haryo Suseno, mengatakan kepada BBR bahwa ini merupakan aset kekayaan daerah dan potensi bagi wisata bersegmentasi pecinta durian bahwa Bangka punya variasi durian lokal yang ternayata menarik perhatian pecinta durian.

Hal ini bisa dikembangkan dan dijadikan sebuah paket wisata segmented baru yang belum dimaksimalkan untuk menjadi wisata handalan. Walaupun masa panen durian itu tidak rutin dalam satu tahun kemungkinan cuma tiga bulan saja panennya.

Produksinya juga tidak bisa diprediksi seperti tahun lalu, dan tahun ini tidak sama, tiba-tiba peminatnya tinggi, ternyata produksi durian lokalnya tidak cukup banyak untuk menjamin konsumsi pelanggan/pecinta durian.

Tapi rupanya fenomena durian dari tahun lalu ke tahun ini membuktikan bahwa durian lokal ini potensial untuk menjadi paket wisata baru di Bangka Barat.

“Kedepannya diharapkan kelekak yang dijadikan potensi destinasi wisata durian ini mungkin bisa difasilitasi dinas terkait dengan pengembangan destinansinya, seperti tempat kumpul makan durian yang bisa menarik lama penggunjung yang datang, duriannya juga jadi banyak yang dinikmati dan juga bisa menampung penggunjung yang banyak," tukasnya. (BBR)

Penulis: buditio