271 Napi Klas II B Sungailiat Dapat Remisi HUT RI

kasmirudin
271 Napi Klas II B Sungailiat Dapat Remisi HUT RI
Bupati Bangka H Tarmizi Saat bersama Ketua DPRD Kabupaten Bangka dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kabupaten Bangka didampingi Kepala Lapas Klas II B Sungailiat Faozul Ansori Saat pemberian remisi bagi para narapidana, Jumat (17/8/2018) di Lapas Klas II B Sungailiat.

SUNGAILIAT BABELREVIEW-- Sebanyak 271 warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Klas II B Sungailiat mendapatkan remisi pada hari Ulang Tahun ke 73 Republik Indonesia, Jumat (17/08/2018).

Pemberian remisi tersebut berdasarkan Surat Keputusan Menteri Hukum dan HAM RI tanggal 14 Agustus 2018. Remisi itu diberikan ke narapidana kasus umum dengan pengurangan 1 bulan sebanyak 106 orang, 2 bulan sebanyak 59 napi, 3 bulan sebanyak 50 napi, 4 bulan sebanyak 26 napi, 5 bulan sebanyak 14 napi, 6 bulan sebanyak 1 napi. Ada 6 orang yang mendapatkan remisi langsung bebas.

Sedangkan untuk pemberian remisi umum terkait PP 99 Tahun 2012, pengurangan 2 bulan sebanyak 2 orang, 3 bulan sebanyak 4 orang dan 4 bulan sebanyak 3 orang.

Kepala Lapas Klas II B Sungailiat, Faozul Ansori menerangkan bahwa saat ini jumlah warga binaan sebanyak 417 orang, yang terdiri dari narapidana sebanyak 321 orang dan tahanan sebanyak 96 orang.

Terkait pemberian remisi tersebut Faozul katakan, bahwa remisi adalah hak bagi narapidana untuk memperoleh pengurangan masa menjalani hukuman dengan syarat telah berkelakuan baik selama menjalani masa pembinaan di dalam lembaga pemasyarakatan.

"Remisi tersebut terbagi menjadi dua macam yaitu remisi khusus dan remisi umum. Untuk remisi khusus adalah pengurangan masa menjalani hukuman yang diberikan pada saat hari raya keagamaan masing-masing narapidana. Dan remisi umum adalah pengurangan masa menjalani hukuman yang diberikan pada hari kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus tiap tahunnya," terangnya.

"Remisi adalah harapan bagi warga binaan pemasyarakatan, remisi juga menjadi salah satu alasan bagi warga binaan pemasyarakatan berbuat yang terbaik, berkelakuan baik. Sehingga dapat lebih cepat pulang dan berkumpul kembali dengan keluarga tercinta dan masyarakat tempat tinggalnya," jelas Faozul.

Proses pembinaan untuk warga binaan di lapas digolongkan menjadi dua jenis pembinaan yaitu pembinaan kemandirian dan kepribadian.

"Dalam melakukan pembinaan tidak dapat maksimal tanpa dukungan dan kerja sama pihak ketiga, seperti instansi pemerintah maupun swasta," tegasnya.

Kerja sama untuk warga binaan sudah dilakukan oleh pihak lapas Klas II B Sungailiat bersama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Sosial dan Tenaga Kerja, Kementerian Agama Bangka, Polman Babel dan LSM Yayasan Nur Dewi Lestari dan beberapa pihak lainnya.(BBR)


Penulis  : Ibnu
Editor    : Kasmir
Sumber  :Babel Review